Polda Jateng Catat 23 Orang Tewas Tersengat Listrik untuk Jebakan Tikus

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 13:30 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal.

SEMARANG, suaramerdeka-solo.com - Polda Jateng mencatat sudah ada 23 orang tewas karena kesetrum listrik untuk jebakan tikus.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, agar tidak muncul unsur pidana tersebut, masyarakat diimbau untuk bijak menggunakan izin pemasangan listrik khususnya di persawahan.

Sebab pemasangan aliran listrik di sawah yang tidak mengantongi izin, banyak menyebabkan jatuh korban jiwa akibat tersengat listrik dan bisa dipidana.

Baca Juga: Mobil Listrik Wisata Kota Solo Bakal Miliki Jalur Khusus

"Sudah banyak korban jiwa yang meninggal akibat jebakan listrik di persawahan. Di Sragen, Kudus dan beberapa daerah lain. Terakhir seminggu lalu, Hadi Sukarno, 65, warga Patihan Sidoharjo, Sragen meninggal karena jebakan listrik. Dia menjadi korban ke 23 kasus sejak 2020 di Sragen," tegas Kabidhumas.

Ditambahkan, kebanyakan kasus seperti ini bermula dari penyalahgunaan izin pemasangan listrik oleh warga.

Izin yang semula di gunakan untuk pemasangan pompa air persawahan tapi digunakan untuk memasang kawat listrik jebakan tikus.

Baca Juga: Ganjar Dilaporkan KPK soal Dugaan Korupsi e-KTP, Rudy: Kenapa Baru Sekarang?

"Jatuhnya korban jiwa karena jebakan listrik itu seperti itu patut disayangkan. Pemasangan jaringannya bisa jadi tidak sesuai prosedur keselamatan dan ilegal," terang Pejabat Utama Polda Jateng tersebut.

Pihak Polda Jateng, tandas Iqbal, sudah mengkoordinasikan tentang teknis izin pemasangan listrik di persawahan. Pengajuan izin tersebut, harus melewati beberapa tahap.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sambut HUT Bhayangkara Ke-76, 125 Anak Disunat

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:40 WIB

Hewan Ternak Terjangkit PMK Wajib Dipisahkan

Senin, 16 Mei 2022 | 17:01 WIB
X