Miris, Salah Satu Warga di Pemalang Simpan Mayat Anaknya di Dalam Rumah

- Rabu, 12 Januari 2022 | 13:10 WIB
Pemakaman jenazah SA dirumah orang tuanya di Desa Plakaran, Moga, Pemalang, pada Minggu (9/1) malam. (SMSolo/dok)
Pemakaman jenazah SA dirumah orang tuanya di Desa Plakaran, Moga, Pemalang, pada Minggu (9/1) malam. (SMSolo/dok)

PEMALANG, suaramerdeka-solo.com - Kabar mengharukan datang dari Desa Plakaran, Moga, Pemalang, Jawa Tengah. 

SA (14), salah satu remaja yang sudah beberapa saat lamanya meninggal, oleh orang tuanya tidak segera dimakamkan, namun disimpan di dalam rumah.

Atas peristiwa tersebut, perangkat desa setempat melaporkan ke kepolisian.

Baca Juga: Awal Tahun Ini, Boyolali Menggelar Pilkades PAW di Empat Desa

Kapolsek Moga, AKP Dibyo Suryanto bersama Forkopimca dan tokoh masyarakat Kecamatan Moga membujuk serta memberikan pemahaman kepada orang tua SA agar segera memakamkan sang anak.

Dengan berbagai pendekatan persuasif, akhirnya kedua orang tua SA dapat mengizinkan petugas untuk melakukan pemeriksaan secara medis atas meninggalnya SA.

"Berdasar hasil pemerikasaan petugas medis dari Puskesmas Banyumudal Moga, SA diperkirakan telah meninggal dunia sejak beberapa hari lalu karena penyakit TB Paru yang dideritanya," jelas Kapolsek.

Baca Juga: Ini Profil, Ubedilah Badrun, Mantan Aktivis 98 yang Laporkan Gibran dan Kaesang ke KPK

Setelah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, lanjut Kapolsek, jenazah SA akhirnya baru bisa dimakamkan pada Minggu (9/1) malam. Penguburan jenazah tidak dilakukan di tempat pemakaman umum, melainkan di rumah orang tua SA.

Kapolres Pemalang, AKBP Ari Wibowo menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan psikologi Polda Jateng untuk melakukan trauma healing terhadap keluarga tersebut.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dua Wanita Cantik Ditangkap Polisi. Ini Kasusnya

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:06 WIB

Polresta Banyumas Bekuk Spesialis Pencuri Sapi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:18 WIB
X