Cabuli Anak Kandung Hingga Hamil Empat Bulan, Ngakunya Tidak Sadar

- Jumat, 3 Juni 2022 | 11:10 WIB
Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo, memberikan keterangan pers mengenai perbuatan cabul ayah kepada anak kandung, Kamis 2 Juni 2022.(SM Banyumas/dok)
Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo, memberikan keterangan pers mengenai perbuatan cabul ayah kepada anak kandung, Kamis 2 Juni 2022.(SM Banyumas/dok)

CILACAP, suaramerdeka-solo.com - Kasus pencabulan bapak terhadap anak kembali terjadi di wilayah Jawa Tengah. Kali ini terjadi di wilayah hukum Polres Cilacap.

S (40) seorang pencari lobster yang beralamat di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap diketahui telah mencabuli anak kandungnya sendiri, sejak 2020 lalu.

Sang anak yang masih duduk di bangku SMP kelas IX bahkan sampai mengandung, dengan usia kandungan sudah empat bulan.

Baca Juga: Kloter Pertama Jamaah Calhaj dari Pati Tiba di AHD Lebih Awal

Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo mengatakan, perbuatan keji S terungkap ketika sang istri yang juga ibu kandung korban memergoki perbuatannya, pada Maret 2022 lalu.

Saat itu tersangka S sedang melakukan perbuatan cabul kepada anak kandungnya di kamar.

Saat dipergoki, tersangka kemudian mengancam korban dan sang istri agar tidak menceritakan perbuatan itu ke siapapun.

Baca Juga: Per 28 November 2023, Pemerintah Hapus Tenaga Honorer

"Namun karena sudah tidak tahan dengan kelakuan suaminya, sang istri akhirnya melaporkan aksi suaminya ke polisi," ucap Wakapolres, dikutip dari suaramerdeka-banyumas.com

Wakapolres menuturkan, perbuatan keji itu sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2020 lalu, atau sudah berlangsung sekitar dua tahun.

Tersangka awalnya meminta korban yang juga anak kandungnya untuk mengerik. Setelah itu tersangka kemudian melakukan perbuatan kejinya kepada korban.

Baca Juga: Eks Wali Kota Yogyakarta dan Sembilan orang terkait Kena OTT KPK

Atas perbuatan cabul itu, tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Dimana tersangka diancam penjara selama 15 tahun. Kendati sudah dua tahun melakukan perbuatan keji itu, tersangka S mengaku melakukan perbuatan itu dalam kondisi tak sadar.

"Saya tidak sadar saat itu," ucapnya dihadapan awak media. **

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musda KNPI Jateng, Casytha Arriwi Terpilih Jadi Ketua

Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:43 WIB
X