Ganjar Mau Daerah Kompak Tangani Covid

- Rabu, 16 Juni 2021 | 16:46 WIB
PANTAU COVID : Gubernur Ganjar Pranowo menyapa warga Dukuh Jetis, Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten yang sedang isolasi madiri dari kejauhan, Rabu (16/6/21).(Merawati Sunantri)
PANTAU COVID : Gubernur Ganjar Pranowo menyapa warga Dukuh Jetis, Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten yang sedang isolasi madiri dari kejauhan, Rabu (16/6/21).(Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Bupati Sri Mulyani melakukan cek kesiapan RSUD Bagas Waras Klaten dalam penanganan pasien Covid-19, Rabu (16/6/2021).

Dia juga datang langsung ke Dukuh Jetis, Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten yang berjangkit covid-19 dari klaster Kudus.

"Saya dari Manisrenggo dan mau cek RS, kita mau satukan langka gerak agar kita semua bisa kompak menangani penyebaran covid. Karena sudah terjadi peningkatan yang cukup eksponensial, maka ditambahi tempat tidur, tambahi tempat untuk isolasi, ICU dan isolasi terpusat," kata Ganjar di Pendapa Pemkab Klaten.

Baca Juga: Awalnya Hutang Rp 900 Ribu Membengkak Jadi 75 Juta, Pegawai Pemkab Boyolali Diteror Pinjol

Klaster Kudus yang yang terdeteksi merupakan varian India yang cepat menular, sudah terdeteksi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Karenanya, Ganjar minta pihak RS untuk menghitung sampai detail, sehingga kalau ditambah apa saja yang dibutuhkan.

Ada dua alternatif, yakni tambah bed atau mengkonversi bed dari bed rawat umum ke rawat covid. Bisa juga mencari tambahan RS, tapi harus disiapkan dengan SDM. Dia sudah minta bupati/walikota untuk menyiapkan semuanya.

"Covid lagi naik, saya lagi keliling-keliling. Mulanya ketahuan di Kudus, kemudian menular ke Demak Jepara, Pati, Grobogan, Sragen, Wonogiri dan Karanganyar, juga ke Kabupaten Semarang. Wonogiri sekarang merah. Varian sudah dipastikan dari India, nularnya cepat," katanya.

Baca Juga: Varian India Terdeteksi Masuk, Boyolali Genjot Percepatan Vaksinasi

Nasehat Presiden Jokowi, penyelamatan pertama adalah masker, gak boleh dicopot termasuk saat di ruang tertutup. Surat edaran obyek wisata sudah diterbitkan tentang bagaimana mengatur tempat wisata, kalau gak bisa kontrol ditutup dulu.

Ledakan kasus di Kudus membuat RS penuh sekali, Kudus sudah tak bisa handle, sehingga Pemprov, Pangdam dan Kapolda Jateng gantian memantai Kudus. Dia mengapresiasi usulan bupati Sragen agar ada kesamaan sikap dalam satu wilayah, misalnya se-Solo Raya, Semarang Raya, Banyumas Raya, atau Kedu Raya agar ada kesamaan langkah dalam penanganan covid-19.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X