Jenazah Korban Pesawat Jatuh di Blora Sulit Diidentifikasi

- Selasa, 19 Juli 2022 | 07:45 WIB
Jenazah korban pesawat jatuh di Desa Nginggil Blora saat dibawa di kantor Balai Desa setempat. (Eko Wahyu Budi/suaramerdeka.com)
Jenazah korban pesawat jatuh di Desa Nginggil Blora saat dibawa di kantor Balai Desa setempat. (Eko Wahyu Budi/suaramerdeka.com)

BLORA, suaramerdeka-solo.com - Tim evakuasi pesawat Golden Ealge milik TNI AU yang jatuh di Blora dihentikan pukul 02.00 dinihari.

Dalam kecelakaan itu sendiri dipastikan ada korban jiwa. Dandim 07 Blora, Letkol Andy Soelistyo saat dilokasi kejadian mengatakan jika evakuasi terpaksa dihentikan.

“Persis pukul 02.00 WIB dini hari Selasa 19 Juli 2022 evakuasi dihentikan,” ujar Andy, Selasa 19 Juli 2022.

Baca Juga: Sebuah Pesawat Jatuh di Blora. Diduga Pesawat Latih TNI AU

Penghentian evakuasi dilakukan karena situasi dan kondisi medan yang sulit dan gelap.

Sementara itu, jenazah sudah berhasil dievakuasi. Kondisinya, lanjutnya, sudah tidak bisa diidentifikasi. Hal itu dikarenakan pesawat meledak sehingga jenazah sulit untuk diidentifikasi.

Berdasarkan keterangan tertulis Dispen AU dijelaskan, pesawat Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Madiun, yang diawaki satu penerbang, dilaporkan mengalami kecelakaan saat melakukan latihan Night Tactical Intercept, Senin 18 Juli 2022.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Cibubur Belasan Orang Tewas, Tangki Pertamina Rem Blong

“Pesawat tail number TT 5009 take off dari Lanud Iswahjudi pukul 18.24 WIB untuk melakukan latihan terbang malam,” tulis keterangan tertulis Dispen AU.

Selanjutnya pukul 19.25 WIB pilot masih melakukan kontak dengan flight director, namun setelah itu posisi pesawat tidak dapat dikontak.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penghujung Tahun 2022 Semarang Dikepung Banjir!

Sabtu, 31 Desember 2022 | 17:57 WIB
X