Tol Solo-Yogya, Ganti Rugi Lahan Terdampak Bakal Dibayar Bertahap

- Minggu, 20 Juni 2021 | 15:35 WIB
MELINTAS: Pengguna jalan melintas di daerah Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono yang terkena proyek tol Solo- Yogya.(SMSolo/Joko Murdowo)
MELINTAS: Pengguna jalan melintas di daerah Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono yang terkena proyek tol Solo- Yogya.(SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com – Pemerintah terus berupaya melakukan pencairan uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak tol Solo- Yogya.

Pembayaran dilakukan bertahap lewat transfer bank.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Solo-Jogja, Christian Nugroho mengungkapkan, pencairan UGR di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono sudah mencapai 70 persen.

Selain Kuwiran, tol Solo- Yogya di Banyudono juga melintasi Desa Batan, Jembungan dan Sambon.

“Sampai saat ini, pencairan ganti rugi lahan yang terdampak tol di Desa Kuwiran sekitar 175 bidang senilai Rp 165 miliar,” kata Christian, Minggu (20/6/2021).

Adapun total jumlah lahan di Desa Kuwiran yang terdampak Proyek Tol Solo-Jogja ada 217 bidang dengan total luas 17,8 hektare.

Saat ini 30 persen atau sekitar 42 bidang di Desa Kuwiran masih menunggu pencairan UGR.

Demikian pula lahan yang terdampak Tol Solo-Jogja di Desa Batan, Jembungan dan Sambon, ketiganya masuk Kecamatan Banyudono, sebagian juga masih menunggu pencairan UGR.

“Untuk wilayah Desa Bendosari, Desa Jatirejo, Desa Kateguhan di Kecamatan Sawit, masih dalam tahap musyawarah.”

Terpisah, Kades Jembungan, Suwarno mengakui, belum semua warganya menerima uang ganti rugi proyek tol Solo- Yogya. Di desanya ada lebih 60 bidang tanah yang terdampak tol tersebut.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X