Jelang Idul Adha. Meski Pandemi Covid-19, Penjualan Sapi Kurban di Boyolali Justru Naik

- Kamis, 15 Juli 2021 | 14:11 WIB
CEK SAPI: Seorang blantik mengecek sapi Madura yang dijual untuk kurban.(SMSolo/Joko Murdowo) (Joko Murdowo)
CEK SAPI: Seorang blantik mengecek sapi Madura yang dijual untuk kurban.(SMSolo/Joko Murdowo) (Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pandemi Covid-19 ternyata tidak mengurangi minat warga muslim untuk kurban.

Sejumah peternak dan blantik sapi di Boyolali mengaku meraup keuntungan lebih, karena penjualan sapi mengalami kenaikan dibandingkan menjelang pelaksanaan kurban tahun lalu.

Purnomo, penjual sapi asal Dukuh/Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, pun mengaku mendapat banyak berkah pada Idul Adha tahun ini.

Baca Juga: PPKM Darurat di Boyolali. Pelanggar Disidang, Langsung Bayar Denda

Dia sudah menjual 340 ekor sapi. Tapi saat ini masih mencarikan 50 ekor sapi pesanan.

“Sapi jenis Madura masih menjadi favorit pembeli,” ujarnya, Kamis (15/7/2021).

Mengenai harga, menurut dia, relatif stabil seperti tahun lalu yaitu berkisar antara Rp 12 juta – Rp 25 juta. Sedangkan sapi peranakan ongole (PO) dan simental harga sekitar Rp 50 juta.

Baca Juga: Kembali Lolos ke Paralympic Games 2021, Setiyo: Berusaha Tampil Terbaik di Lompat Jauh

“Biaya perawatan dan harga pakan sekarang mahal. Jadi wajar harga naik sedikit,” ungkap Purnomo.

Darius Santosa, peternak dan blantik sapi lainnya asal Mojosongo, Boyolali, mengaku juga banjir pesanan.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Dua Wanita Cantik Ditangkap Polisi. Ini Kasusnya

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:06 WIB

Polresta Banyumas Bekuk Spesialis Pencuri Sapi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:18 WIB
X