Polisi Bakal Tindak Penyebar Hoax dan Hasutan Tolak PPKM pada Sejumlah Wilayah di Jateng

- Minggu, 18 Juli 2021 | 20:26 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.(SMSolo/dok) (Sri Hartanto)
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.(SMSolo/dok) (Sri Hartanto)

Polisi Bakal Tindak Penyebar Hoax dan Hasutan Tolak PPKM pada Sejumlah Wilayah di Jateng

SEMARANG, suaramerdeka-solo.com - Polisi memastikan seruan aksi penolakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Banyumas, Kota Tegal dan Kabupaten/Kota Pekalongan, Jawa Tengah adalah hoax.

Pelaku pembuat dan penyebar hoax itu kini sedang diburu.

"Polisi masih menyelidiki siapakah pembuat pertama pesan hoaks tersebut," tegas Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mewakili Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Minggu (18/7/2021).

Baca Juga: Satu Jam, Kebakaran Sumur Minyak Tradisional di Bojonegoro Dapat Dipadamkan

Di tengah kondisi penyebaran Covid-19 seperti ini, kata Kabid Humas, diindikasikan dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab dalam memanfaatkan situasi.

Iqbal memastikan pihaknya akan mengungkap pelaku penyebar informasi hoax tersebut. Terlebih kabar yang beredar itu telah meresahkan warga

"Kita akan tindak tegas penyebar informasi hoax ini, dan akan kita selidiki. Karena, hal ini membuat resah masyarakat," terang mantan Kasatgas Humas Nemangkawi itu.

Baca Juga: Minim Saksi, Polisi Boyolali akan Terus Kembangkan Penganiaya Nenek Mraje

Iqbal pun berpesan kepada masyarakat untuk bijak saat menyebarkan informasi di masa pandemi virus Corona atau COVID-19 sekarang ini.

"Untuk itu, saya meminta kepada semua pihak terutama pengguna media sosial, agar lebih bijak dalam menyebarkan berita. Untuk itu setiap informasi yang di terima jangan mudah terpengaruh," pesan Iqbal.

Sebelumnya, pada beberapa hari ini beredar meme ajakan atau hasutan untuk tolak kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Banyumas, Tegal dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Pemerintah terutama aparat TNI Polri memahami penerapan PPKM Darurat membuat masyarakat tidak nyaman.

Baca Juga: Memburu Sekeping Emas dan Mendongkrak Peringkat Jadi Target ke Paralympic Tokyo 2021

Pekerjaan selama hari-hari biasa bisa dilakukan tapi dalam situasi kondisi saat ini tidak bisa dilakukan.

"Kami Polri sangat memahami situasi ini."

Namun pemerintah mengambil keputusan karena tren Covid meningkat. Keselamatan rakyat adalah prioritas tertinggi.

Upaya untuk meringankan beban masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas pemerintah.

Distribusi oksigen lancar, distribusi obat dan pemberian bantuan sosial terus di lakukan untuk meringankan beban masyarakat

''Insya Allah tidak akan lama, apabila kesadaran masyarakat timbul akan pentingnya prokes, penyebaran Covid-19 dapat ditekan,'' ujar Iqbal.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

10 Pedagang Makanan di Klaten Tertipu Pesanan Palsu

Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:12 WIB

Mahasiswa Asing Jalani Vaksinasi di Edutorium UMS

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:52 WIB
X