Polresta Banyumas Tangkap Lima Orang. Buntut Unggahan Pamflet Ajakan Demo PPKM Darurat di Medsos

- Senin, 19 Juli 2021 | 20:19 WIB
DIPERIKSA : Salah seorang yang diduga menyebarkan pamflet memprovokasi pedagang untuk demo berhasil diamankan (membelakangi lensa). Kini yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Banyumas, Minggu (19/7/2021). (SB/dok Polresta Banyumas) (Nugroho Pandhu Sukmono))
DIPERIKSA : Salah seorang yang diduga menyebarkan pamflet memprovokasi pedagang untuk demo berhasil diamankan (membelakangi lensa). Kini yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Banyumas, Minggu (19/7/2021). (SB/dok Polresta Banyumas) (Nugroho Pandhu Sukmono))

PURWOKERTO, suaramerdeka-solo.com - Lima orang ditangkap Satreskrim Polresta Banyumas terkait dengan unggahan pamflet ajakan demo menentang PPKM Darurat.

Kelimanya adalah, NP (25), FS (27), CH (46), SDR (34) dan BSW (49). Mereka ditangkap atas dugaan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran rakyat.

Kapolresta Banyumas Kombes M. Firman Lukmanul Hakim melalui Kasat Reskrim Kompol Berry ST menyampaikan, pihaknya melakukan penyelidikan terhadap akun facebook pengunggah bernama GPZ.

Baca Juga: Garuda dan Lima Gelang Olimpiade dalam Logo Baru Tim Indonesia

Akun itu mengedarkan pamflet ajakan berdemonstrasi pada Senin 19 Juli 2021. Pamflet ajakan itu diketahui beredar di media sosial group Facebook 'Seputar Cilongok'.

"Setelah melakukan penyelidikan terhadap akun facebook pengunggah bernama GPZ kemudian dapat ditemukan bahwa pemiliknya adalah NP warga Kecamatan Kedungbanteng," terangnya, Senin (19/7/2021).

Saat memeriksa NP, lanjut Kasat, dia mengaku tulisan tersebut didapat dari FS, warga Kecamatan Sumbang melalui aplikasi WhattApp. Setelah dilakukan pemeriksaan, FS mengaku tulisan tersebut diperoleh dari CH warga Kecamatan Purwokerto Utara.

Baca Juga: PPKM Darurat, Polres Sukoharjo Akan Tindak Tegas Takbiran Keliling

CH sendiri memperoleh tulisan tersebut dari SDR warga Kecamatan Purwokerto Barat. Sedang SDR mengaku tulisan tersebut diperolehnya dari BSW warga Kecamatan Kedungbanteng.

"Hasil pemeriksaan sementara dari NP, yang bersangkutan mengunggah di grup facebook karena merasa kesal dengan adanya kebijakan PPKM Darurat Jawa Bali. Sebab NP mengaku tidak dapat bekerja karena tempat kerjanya ditutup."

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Terkini

X