Ganjar : Kalau PPKM Diperpanjang Dengan Pola Seperti ini, Masyarakat Terlalu Berat

- Selasa, 20 Juli 2021 | 14:15 WIB
Gubernur Jateng keliling Semarang melihat panitia penyembelihan hewan kurban taati prokes, Selasa (20/7/2021). (SMSolo/humasprov)
Gubernur Jateng keliling Semarang melihat panitia penyembelihan hewan kurban taati prokes, Selasa (20/7/2021). (SMSolo/humasprov)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Gubernur Ganjar Pranowo menilai perlu ada kompromi yang lebih soft ketika PPKM Darurat diperpanjang.

Ungkapan tersebut diunggah Ganjar di akun twitter @ganjarpranowo. Dalam video berdurasi beberapa detik itu, Ganjar mengaku telah berkeliling melihat langsung penerapan PPKM Darurat di lapangan.

"Kalau situasinya seperti ini kita harus mendengarkan suara masyarakat. Mereka terlalu berat kalau PPKM diperpanjang tapi polanya seperti ini," ungkap Ganjar.

Baca Juga: Kuatkan Solidaritas dan Kesediaan Berkorban, Pesan Jokowi dalam Makna Idul Adha

Maka dari itu, kata Ganjar, harus ada cara-cara yang lebih soft. Meskipun itu bentuknya darurat dan diperketat maka harus soft. Salah satunya makannya bisa diatur.

"Umpama nuwun sewu, saya tiap hari keliling sepedaan, tapi yo ra tegel mas. Bgmn orang jualan pecel terus kemudian yang duduk disitu hanya sekian orang, mohon maaf, ya mungkin dia kerja harus pagi, abang becak disitu teman-teman ojol disitu mereka tidak bisa," ujarnya.

"Mereka mau beli makan dimana pak? Orang saya ini keliling," lanjut Ganjar.

Baca Juga: Penyebar Hoaks Seruan Tolak PPKM Darurat di Banyumas, Ditangkap

Melihat hal itu, kata Ganjar, tidak salah.

"Saya pikir benar juga. Terus saya punya pemikiran la kalau mereka itu jualannya, katakan di trotoar, ya wis dibatesi rong meter digawe garis silang-silang, itu kompromi yang bagus menurut saya," tandsanya.

Untuk diketahui, PPKM Darurat di Pulau Jawa-Bali  tanggal 3 - 20 Juli 2021. Namun pemerintah pusat belum memutuskan apakah diperpanjang atau tidak dan baru akan diputuskan dalam 2-3 hari ke depan.

"PPKM diperpanjang atau tidak? Semoga penjelasan ini jadi masukan dan jalan keluar agar semua sektor mengalami perbaikan." **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X