Menagih Hutang Berujung Tewasnya Seorang TKW, Polres Jepara Ungkap Kronologisnya

- Selasa, 1 November 2022 | 09:47 WIB
Kapolres Jepara AKBP Warsono dalam konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan dan penemuan mayat, Senin (31/10/2022). (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Kapolres Jepara AKBP Warsono dalam konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan dan penemuan mayat, Senin (31/10/2022). (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka-solo.com - Porles Jepara akhirnya mengungkap kasus penemuan mayat dalam tas yang dibuang di kebun turut Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri Jumat (28/10) lalu.

Korban bernama Krisnawati, warga Desa Ngabul Kecamatan Tahunan. Sedangkan tersangkanya adanya Nova Andika atau NA (29).

Kapolres Jepara AKBP Warsono mengungkapkan, modus dari aksi kekerasan yang menyebabkan kematian ini karena tersangka merasa kesal dengan korban.

Baca Juga: Dicecar Hakim Soal Anak Bungsu Putri Candrawathi, Susi ART Ferdy Sambo Terdiam

Awalnya, korban menagih hutang pada tersangka sembari mengancam akan memberitahukan pada istri tersangka.

Mendapat ancaman itu korban naik pitam lalu mencekik leher dan membekap korban hingga meninggal dunia.

Baca Juga: Paket Komplit! Kades, Carik dan Mantan Kades di Temanggung Ditangkap Kejari

Pelaku dan korban sendiri sebelumnya berkenalam pada Mei lalu melalui media sosial. Dari perkenalan itu tersangka kemudian meminjam uang pada korban dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada saat korban pulang ke Jepara.

"16 Oktober lalu korban kembali ke Jepara dan memberitahukan kepulangannya kepada tersangka NA. Minggu (23/10), sekira pukul 15.30 WIB, korban kerumah orang tua NA di Desa Petekeyan untuk menagih hutang,'' terang Kapolres saat jumpa pers.

Baca Juga: Bharada E Sebut Kesaksian Susi Banyak Bohongnya, Hakim Minta Susi Dihadirkan Setiap Sidang

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penghujung Tahun 2022 Semarang Dikepung Banjir!

Sabtu, 31 Desember 2022 | 17:57 WIB
X