Terdampak Pandemi Covid-19 dan PPKM, Peternak Bebek di Sragen Butuh Bantuan

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 06:50 WIB
BUTUH BANTUAN: Peternak bebek di Desa Celep, Kedawung, Sragen turut terdampak PPKM yang diterapkan di masa pandemi Covid-19. (SMSolo/Basuni Hariwoto)
BUTUH BANTUAN: Peternak bebek di Desa Celep, Kedawung, Sragen turut terdampak PPKM yang diterapkan di masa pandemi Covid-19. (SMSolo/Basuni Hariwoto)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai langkah menghadapi Covid-19 yang berkepanjangan, sangat dirasakan masyarakat.

Dampaknya dirasakan banyak pihak, termasuk para peternak bebek di Sragen.

Mereka mengeluh karena kesulitan menjual hasil ternaknya.

Baca Juga: Antisipasi Penularan Covid-19, Tinggal Sementara di Tempat Isoter Jadi Keharusan

Padahal banyak peternak menggantungkan hidupnya dari berternak bebek. Akibatnya, sebagian peternak dengan skala kecil gulung tikar.

Hal itu juga dirasakan para peternak bebek yang ada di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, yang dikenal sebagai sentra peternak bebek di Kabupaten Sragen

Kondisi mulai sulit sejak awal pandemi Covid-19 awal 2020 lalu. Di mana para pembeli mulai mengurangi permintaannya.

Baca Juga: Di Klaten, Luhut dan Budi Gunadi Menyapa dari Jarak Jauh Pasien Covid-19

Wiyono, salah satu peternak bebek di Desa Celep mengatakan, pada situasi normal perputaran jual beli unggas bisa mencapai 30.000 ekor.

Permintaan dari berbagai wilayah, bahkan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi untuk seluruh wilayah eks Karesidenan Surakarta,” kata Wiyono yang juga  Ketua RT 24 Dukuh Kajen, Celep, Kamis (5/8/2021).

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Dua Wanita Cantik Ditangkap Polisi. Ini Kasusnya

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:06 WIB

Polresta Banyumas Bekuk Spesialis Pencuri Sapi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:18 WIB
X