JEPARA, suaramerdeka-solo.com - Cuaca buruk dan gelombang tinggi mengadang kepulangan 318 wisatawan dari berbagai penjuru di Pulau Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.
Mereka sebenarnya dijadwalkan pulang, Minggu (26/12), setelah menjejakkan kaki di Karimunjawa sejak Rabu dan Kamis (21-22/12/2022) lalu.
Mereka belum bisa kembali pulang, karena operasional kapal penyeberangan Jepara-Karimunjawa ditutup sementara akibat gelombang tinggi.
Baca Juga: Arena Laga Alam Terbuka Karimunjawa, Tantangan Pesilat dan Pengembangan Wisata
Badan Meteoroligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, tinggi gelombang bisa mencapai 4 meter di perairan Karimunjawa-Jepara.
Tingginya gelombang plus kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knots tersebut diperkirakan bisa berlangsung hingga akhir Desember 2022.
Camat Karimunjawa Muslikin dilansir dari suaramerdeka-muria.com menyatakan perbekalan para wisatawan dari berbagai daerah tersebut dalam kondisi aman, kendati kepulangannya tertahan.
''Wisatawan yang ada di Karimunjawa saya pastikan aman,'' tandas Muslikin.
Baca Juga: 258 Pesilat Jateng Beradu Ketrampilan Jurus, Final Digelar di Karimunjawa
Pemkab Jepara menyiapkan langkah-langkah berkait situasi tersebut. Di antaranya posko aduan di Kantor Kecamatan Karimunjawa, serta kalau diperlukan membuat dapur umum bekerja sama dengan PMI dan Baznas setempat.
''Selain posko aduan dan dapur umum, Pemkab Jepara akan menghubungi Pengusaha Hotel Resort Indonesia (PHRI) untuk meminta memberikan diskon khusus kepada wisatawan supaya tidak memberatkan,'' kata Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta pada rapat koordinasi di Ruang Rapat Sosrokartono, Minggu (25/12/2020).
Pihak Pemkab Jepara juga menyiapkan wisma wisata dan penginapan di daerah Jatikerep untuk menampung wisatawan yang sudah kehabisan bekal. Informasinya, terdapat 14 kamar yang disiapkan.
Baca Juga: Karimunjawa, Daerah Teraman dari Pandemi Covid-19 di Indonesia. Tercatat Hanya Ada Enam Kasus
Di sisi lain, Pj Bupati langsung melayangkan surat permohonan bantuan ke Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) melalui Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Kemenhub RI untuk melakukan deviasi Kapal Pelni KM Kelimutu dari Kalimantan ke Semarang.
Selain guna mengevakuasi wisatawan yang tertahan di Karimunjawa, rencananya kapal itu sekaligus untuk mengirimkan bahan pokok makanan bagi masyarakat Karimunjawa.**
Artikel Terkait
Manfaatkan Limbah Kulit Kopi Jadi Minuman Kaya Khasiat
364 Napi di Wilayah Jateng Menerima Remisi pada Natal 2022
Geger Keraton Solo, Seorang Personel Diperiksa. Polisi Tegaskan Tidak Ada Penodongan
Info Lalu Lintas Solo: Setengah Juta Kendaraan Keluar Masuk Saat Libur Natal 2022
Tak Mau Asal Intervensi Geger Keraton Solo, Gibran: Kita Cuma Tukang
Nama Sekda Sutarno Dicatut Penipu, Kirim Pesan Via WA Janjikan Hibah
Buntut Geger Keraton Solo, Putri dan Cucu PB XIII Melapor ke Polresta Solo