Pembukaan Destinasi Wisata Candi Sukuh, Candi Cetho dan Museum Dayu Tunggu Keputusan BPCB

- Rabu, 1 September 2021 | 20:19 WIB
Suasana di destinasi wisata Sakura Hills di kawasan Tawangmangu sepi pengunjung, saat penerapan kebijakan PPKM.  (SMSolo/dok)
Suasana di destinasi wisata Sakura Hills di kawasan Tawangmangu sepi pengunjung, saat penerapan kebijakan PPKM. (SMSolo/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Pembukaan kembali destinasi wisata Candi Sukuh, Candi Cetho dan Museum Sangiran Klaster Dayu, tergantung Balai Pelestarian Cagar Budaya atau BPCB Jateng.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar masih menunggu keputusan dari BPCB Jateng.

Baca Juga: Tundukkan Sugino/Fujihara, Hary Santoso/Leani Ratri Buka Langkah Tim Bulutangkis Indonesia

Tiga destinasi wisata tersebut ditutup atas keputusan BPCB Jateng sejak 22 Juni 2021, terkait penerapan PPKM untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara untuk destinasi wisata yang dikelola pihak swasta, Disparpora menerima 20 pengajuan uji coba pembukaan dari pengelola.

Baca Juga: Bulutangkis Paralympic Tokyo 2020: Jumpa Laga Pembuka Grup A, Dheva Anrimusthi Tundukkan Suryo Nugroho

Sejauh ini, dari pelaksanaan uji coba yang berlangsung sejak beberapa waktu lalu, pengelola telah siap dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) dan pembatasan jumlah pengunjung.

Kepala Disparpora Karanganyar Titis Sri Jawoto menjelaskan, untuk tiga objek wisata cagar budaya, ranah kebijakannya memang ada di BPCB.

"Sejauh ini belum ada keputusan kapan akan dibuka kembali," jelasnya.

Baca Juga: Ini Dia Pejabat-Pejabat Baru. Mutasi Besar-besaran di Pemkab Boyolali

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X