Karut-Marut di Rutan dan di Lapas, Trubus Rahadiansyah: Ganti Saja Dirjen PAS

- Selasa, 7 September 2021 | 22:17 WIB
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah. (SMSolo/dok)
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Karut-marut persoalan di lapas dan di rutan tak pernah mereda hingga sekarang.

Berkaca pada kasus warga Malaysia, Ahmad Fitri bin MD Latib yang kehilangan tiga jari tangannya akibat dipenggal napi bernama Aming di Lapas Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Contoh lainnya yang mengusik penegakan hukum tak pernah tuntas.

Baca Juga: Waduh! Simpan Sabu, Pemandu Karaoke Ditangkap Polisi Sragen

Penganiayaan itu terjadi setelah Ahmad menagih hutang penjual narkoba yang nilainya sudah mencapai Rp 24 miliar yang tak dibayar Aming.

Sampai sejauh mana kasus itu ditangani, sepertinya hilang di telan bumi

Terbaru, adanya kasus penceramah Bahar bin Smith yang terlibat perselisihan dengan terpidana Very Idham Henyansyah alias Ryan, pembunuh berantai asal Jombang di Lapas Gunung Sindur yang berujung perkelahian.

Baca Juga: Inspiratif. SMP Krista Gracia Luncurkan Buku 'Perjalanan Tak Kenal Lelah Sang Guru' pada Masa Pandemi

Keributan tersebut terjadi awalnya gara-gara persoalan uang ratusan ribu di antara keduanya.

Ryan Jombang dikabarkan mengalami luka parah usai dipukuli oleh Bahar Smith.

Melihat berbagai kasus di lapas maupun di rutan itu, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyoroti sistem dan kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS).

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X