Cemari Bengawan Solo, Industri Ciu Butuh Dukungan Stakeholder untuk Olah Limbah

- Rabu, 8 September 2021 | 19:51 WIB
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng, Widi Hartanto.  (SMSolo/Agustinus Ariawan)
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng, Widi Hartanto. (SMSolo/Agustinus Ariawan)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Industri ciu yang limbahnya mencemari Bengawan Solo, membutuhkan dukungan dari pemangku kepentingan terkait (stakeholder).

Tujuannya agar pemilik industri ciu itu tidak lagi membuang limbahnya ke Bengawan Solo.

Bentuk dukungannya, berkaitan dengan pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), yang menelan anggaran tidak sedikit.

Baca Juga: Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, PDAM Solo Setop Operasi IPA Semanggi

“Selain limbah tekstil batik, limbah industri ciu memang berkontribusi terhadap pencemaran Bengawan Solo. Tapi itu adalah industri kecil yang perlu difasilitasi berbagai pihak terkait, misalnya corporate social responsibility (CSR),” ungkap Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng, Widi Hartanto.

Kepada wartawan usai rapat koordinasi penanganan pencemaran Bengawan Solo di Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah X, Rabu (8/9/2021), Widi menambahkan, tidak sedikit pemilik industri ciu kesulitan untuk membangun sarana pengolahan limbah yang memadai.

Baca Juga: Bekas SD di Utara Bengawan Solo Disiapkan Jadi Lokasi Isolasi

“Sebetulnya IPAL untuk industri ciu sudah ada detail engineering design (DED)-nya. Tapi karakteristiknya memang berat dan butuh biaya besar untuk mengolah limbah ciu.”

Lantaran itu, Pemprov memahami alasan pemilik industri ciu membuang limbah produksi mereka ke anak sungai Bengawan Solo.

Baca Juga: Penambang Pasir Asal Sragen Diduga Terserat Arus Bengawan Solo

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Boyolali Tak Lengah Meski Paparan Covid-19 Melandai

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:25 WIB

426 Lulusan Unisri Surakarta Diwisuda

Minggu, 17 Oktober 2021 | 15:50 WIB
X