UNS Gelar PTM, Gibran: 40 Ribu Mahasiswa Bisa Menggeliatkan Perekonomian Sekitar Kampus

- Kamis, 9 September 2021 | 19:01 WIB
Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dan Rektor UNS Surakarta Prof Jamal Wiwoho (SMSolo/dok)
Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dan Rektor UNS Surakarta Prof Jamal Wiwoho (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berharap, perkuliahan tatap muka atau PTM di Universitas Sebelas Maret (UNS) mulai Senin (6/9/2021) lalu, menggeliatkan perekonomian seputar kampus.

Roda perekonomian masyarakat di sekitar kampus negeri terbesar di Solo Raya itu diharapkan segera membaik.

Baca Juga: Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka Tinjau PTM di Kampus UNS

Gibran mengatakan, UNS yang saat ini memiliki lebih dari 40.000 mahasiswa, sangat memengaruhi perekonomian masyarakat sekitar yang usahanya sangat bergantung kepada mahasiswa.

Gibran juga mengaku tidak sabar untuk membuka semua sekolah dan kampus.

Baca Juga: UNS Surakarta Mulai Gelar PTM Terbatas, Rektor Beri Kuliah di Fakultas Hukum

“Mohon dukungan dari warga, agar Kota Solo bisa turun ke level dua atau level satu. Kalau sekolah kita buka, otomatis roda ekonomi berputar dengan kencang, terutama di UNS. Karena ada 40 ribu mahasiswa, tentu sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi di sekitar kampus yang punya kos-kosan, rumah makan, fotokopi, dan laundry,” ujar Wali Kota Gibran.

Ia menyatakan, mahasiswa UNS dari wilayah Solo Raya yang memenuhi syarat untuk mengikuti PTM, dapat berangkat dan pulang dalam keadaan sehat.

Baca Juga: Wow. Ini Dia Yayuk Sulistyaningsih, Dokter Alumnus UNS yang Raih Pin Emas Kapolri

Gibran juga berharap agar orang tua mahasiswa tidak khawatir dengan dimulainya PTM di UNS.

Ia menilai, UNS telah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat dan disiplin kepada mahasiswanya yang memenuhi syarat untuk mengikuti PTM.

Gibran menuturkan, perkuliahan daring yang dijalankan UNS sejak 16 Maret 2020 silam, membuat mahasiswa mengalami learning loss terlalu lama.

Baca Juga: UNS Siap Wadahi Kegiatan PBSI Surakarta

“Kita tidak ingin menahan terlalu lama kok. Kita pengin adik-adik segera kuliah karena learning loss sudah hampir dua tahun dan kita tidak ingin memperparah lagi dan yang penting adalah semangat belajar, semangat belajar itu penting,” sambungnya.

Sehingga, ketika pemerintah pusat menurunkan PPKM di Kota Surakarta menjadi level tiga, pihaknya langsung mendorong UNS agar memulai PTM.

“Kemarin begitu sudah turun ke level tiga, kami dorong untuk segera buka, termasuk UNS, " paparnya.*

 

 

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X