Buronan Kelas Kakap Kejagung, Adelin Lis Dipulangkan ke Indonesia

- Sabtu, 11 September 2021 | 08:07 WIB
Adelin Lis, buronan kelas kakap Kejagung menggunakan paspor palsu dengan nama Hendro Leonardi. (SMSolo/ist)
Adelin Lis, buronan kelas kakap Kejagung menggunakan paspor palsu dengan nama Hendro Leonardi. (SMSolo/ist)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Adelin Lis, buronan kelas kakap Kejaksaan Agung akhirnya dipulangkan ke Jakarta, pada Sabtu (19/6/2021) malam.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, Adelin Lis sempat menghilang dari Indonesia dengan cara memalsukan paspor yang dikeluarkan oleh imigrasi Jakarta Utara yang ditandatangani Sutrisno sebagai Kepala Imigrasi.

Berdasar sumber yang diperoleh, Adelin Lis merupakan pemilik PT Mujur Timber Group dan PT Keang Nam Development Indonesia yang menjadi terpidana kasus pembalakan liar di hutan Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Baca Juga: 2.136 Siswa Jadi Sasaran Serbuan Vaksinasi Kodim Klaten

Dalam putusan Mahkamah Agung, Adelin Lis divonis 10 tahun penjara serta membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar dan dana reboisasi 2,938 juta dollar AS.

Namun, kejaksaan kesulitan mengeksekusi Adelin karena yang bersangkutan lebih dahulu kabur dengan modus menggunakan paspor palsu.

Awal mula kaburnya Adelin ke luar negeri setelah pada Maret 2006, yang bersangkutan masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buron oleh Polda Sumatera Utara.

Adelin sempat tertangkap di Beijing, China, akhir tahun 2006, saat akan memperpanjang paspor di KBRI Beijing. Setelah melalui proses persidangan, pada 5 November 2007, majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Arwan Bryn memutus Adelin bebas dari semua dakwaan.

Baca Juga: Kasus Pembuangan Bayi di Donoharjo Wonogiri. Inilah Tersangkanya

Sejak sidang terakhir di Pengadilan Negeri Medan itu, keberadaan Adelin tak diketahui lagi.Saat itu, jaksa yang tak puas dengan putusan majelis hakim lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Adelin pun diputuskan bersalah dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara serta wajib membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar dan dana reboisasi 2,938 juta dollar AS.

Tertangkapnya Adelin menggunakan paspor palsu dilakukan oleh otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura pada 28 Mei 2018. Sistem data Imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk dua nama yang berbeda.

Adelin memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi dan sebanyak empat kali Adelin memasuki Singapura sepanjang 2017-2018.

Baca Juga: Duh! Sejumlah Peternak Ayam Petelur Boyolali Kolaps

Saat itu, antara tahun 2018-2021, ICA sudah empat kali berkirim surat ke otoritas Indonesia untuk meminta klarifikasi soal identitas Adelin, namun baru menerima klarifikasi pada Maret 2021.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM saat tu menyampaikan bahwa Hendro Leonardi dan Adelin Lis merupakan orang yang sama. Namun Dirjen Imigrasi tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana cara paspor atas nama Hendro Leonardi bisa dikeluarkan dari kantor Imigrasi Jakarta Utara.

Hingga akhirnya, Kejaksaan Agung baru mengetahui keberadaan Adelin di Singapura setelah ada surat keempat pada Maret 2021. Upaya pemulangan Adelin sempat terkendala, karena pada 16 Juni 2021, Kementerian Luar Negeri Singapura tidak memberi izin Kejaksaan Agung untuk menjemput langsung Adelin.

Baca Juga: Korban Guru Cabul Wonogiri Bertambah Jadi Enam Anak, Semua Laki-laki

Adelin akhirnya bisa diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu (19/6/2021) malam. Terpidana pembalakan liar itu dipulangkan ke Indonesia dengan pesawat komersial Garuda Indonesia.

Jaksa Agung mengatakan, pemulangan Adelin berhasil berkat dukungan KBRI di Singapura dan Kementerian Luar Negeri.

"Terlaksananya pemulihan pemulangan ini adalah berkat dukungan dari otoritas pemerintahan Singapura dan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. Dan khususnya kerja sama dan dukungan dari Jaksa Agung Singapura," tegas Jaksa Agung, Burhanuddin.

Untuk keperluan kesehatan, Adelin akan dikarantina selama 14 hari di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung sebelum dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan.

Lapas yang dituju belum diputuskan karena harus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.

Kepala Biro Kepegawaian Kemenkumham Sutrisno sejauh ini belum bisa dikonfirmasi terkait dengan munculnya paspor palsu tersebut.** 

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X