Tertangkapnya Adelin Lis, Korwil Peradi Jateng: Penegak Hukum Bisa Berkaca dari Kasus Ini

- Selasa, 14 September 2021 | 06:36 WIB
Adelin Lis (SMSolo/dok)
Adelin Lis (SMSolo/dok)

Dalam putusan Mahkamah Agung, Adelin Lis divonis 10 tahun penjara serta membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar dan dana reboisasi 2,938 juta dollar AS. Namun, kejaksaan tidak bisa mengeksekusi karena yang bersangkutan lebih dahulu kabur ke Singapura.

Baca Juga: Penting, Perlindungan Hukum bagi Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Adelin Lis kabur dengan memalsukan paspor atas nama Hendro Leonardi yang dikeluarkan imigrasi Jakarta Utara yang ditandatangani Sutrisno selaku Kepala Imigrasi.

Diperkirakan, Adelin Lis tak dilakukan pemeriksaan secara mendalam atas surat-surat palsu yang dimiliki selama pelarian.

Padahal, untuk menerbitkan paspor atas nama Hendro Leonardi pasti melibatkan banyak oknum di Ditjen Imigrasi hingga kantor Imigrasi Jakarta Utara.

Baca Juga: UNS Surakarta Mulai Gelar PTM Terbatas, Rektor Beri Kuliah di Fakultas Hukum

Awal mula Adelin Lis menggunakan paspor palsu diketahui otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura pada 28 Mei 2018.

Sistem data Imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk dua nama yang berbeda.

Kejaksaan Agung baru mengetahui keberadaan Adelin di Singapura pada Maret 2021.

Upaya pemulangan Adelin sempat terkendala, karena pada 16 Juni 2021, Kementerian Luar Negeri Singapura tidak memberi izin Kejaksaan Agung untuk menjemput Adelin.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X