Tertangkapnya Adelin Lis, Korwil Peradi Jateng: Penegak Hukum Bisa Berkaca dari Kasus Ini

- Selasa, 14 September 2021 | 06:36 WIB
Adelin Lis (SMSolo/dok)
Adelin Lis (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Buruknya pengawasan bagi para penjahat kelas kakap hingga susahnya menegakkan hukum di Indonesia menjadi sorotan berbagai pihak.

Terlebih, diduga ada pejabat imigrasi yang "bermain" untuk memuluskan pelaku pembalakan liar di Sumatera Utara yakni Adelin Lis lolos ke Singapura menggunakan paspor palsu atas nama Hendro Leonardi.

Meski begitu, sejumlah pihak mengapresiasi tertangkapnya Adelin Lis, tersangka kasus pembalakan liar yang menjadi buron lebih dari 10 tahun.

Baca Juga: Pengamat Hukum UNS Nilai Remisi bagi Djoko Tjandra tak Pantas

Mudahnya buronan institusi penegak hukum keluar negeri menggunakan paspor palsu menunjukkan lemahnya sistem administrasi dalam penegakan hukum.

Hal itu diungkap M Badrus Zaman SH MH. Advokat yang menjadi pengurus Korwil Peradi Jateng itu mengatakan perlu komitmen tinggi dalam upaya penegakan hukum, khususnya dalam menangani berbagai kasus besar yang terjadi.

"Kami apresiasi tertangkapnya buron pembalakan hutan di Mandailing Natal Sumatera Utara itu. Harapan kami penegak hukum negara bisa berkaca dari kasus ini dan lebih serius menangani kasus krusial," tegas Badrus Zaman, Senin (13/9/2021).

Baca Juga: Kasus Perusakan dan Penganiayaan di Karanganyar, Penasihat Hukum Keberatan Adanya Perubahan Pasal

Seperti diberitakan sebelumnya, Adelin Lis alias Hendro Leonardi, yang sudah lama menjadi buronan pihak Kejaksaan Agung, akhirnya ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia, pada Juni 2021.

Diketahui Adelin Lis adalah owner PT Mujur Timber Group dan PT Keang Nam Development Indonesia yang menjadi terpidana kasus pembalakan liar di hutan Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Dalam putusan Mahkamah Agung, Adelin Lis divonis 10 tahun penjara serta membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar dan dana reboisasi 2,938 juta dollar AS. Namun, kejaksaan tidak bisa mengeksekusi karena yang bersangkutan lebih dahulu kabur ke Singapura.

Baca Juga: Penting, Perlindungan Hukum bagi Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Adelin Lis kabur dengan memalsukan paspor atas nama Hendro Leonardi yang dikeluarkan imigrasi Jakarta Utara yang ditandatangani Sutrisno selaku Kepala Imigrasi.

Diperkirakan, Adelin Lis tak dilakukan pemeriksaan secara mendalam atas surat-surat palsu yang dimiliki selama pelarian.

Padahal, untuk menerbitkan paspor atas nama Hendro Leonardi pasti melibatkan banyak oknum di Ditjen Imigrasi hingga kantor Imigrasi Jakarta Utara.

Baca Juga: UNS Surakarta Mulai Gelar PTM Terbatas, Rektor Beri Kuliah di Fakultas Hukum

Awal mula Adelin Lis menggunakan paspor palsu diketahui otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura pada 28 Mei 2018.

Sistem data Imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk dua nama yang berbeda.

Kejaksaan Agung baru mengetahui keberadaan Adelin di Singapura pada Maret 2021.

Upaya pemulangan Adelin sempat terkendala, karena pada 16 Juni 2021, Kementerian Luar Negeri Singapura tidak memberi izin Kejaksaan Agung untuk menjemput Adelin.

Baca Juga: PTM Terbatas Dimulai, Ketua DPRD Sukoharjo Minta Pantau Ketat

Jaksa Agung Burhanuddin mengatakan, pemulangan Adelin berkat dukungan KBRI di Singapura dan Kementerian Luar Negeri.

"Terlaksananya pemulangan ini berkat adanya dukungan dari otoritas pemerintahan Singapura yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. Dan khususnya kerja sama dan dukungan dari Jaksa Agung Singapura," tegas Jaksa Agung, Burhanuddin, saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Terkait munculnya paspor palsu, Sutrisno yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Kepegawaian Kemenkumham, belum dapat dikonfirmasi.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UNS Berangkatkan Tim Satgas Bencana Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 18:02 WIB

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X