Belum Ada Kejelasan Soal Terbitnya Paspor Palsu Adelin Lis

- Kamis, 16 September 2021 | 07:45 WIB
TIBA di Indonesia - Adelin Lis, terpidana kasus pembalakan liar di Sumatera Utara dikawal ketat oleh petugas kejaksaan agung dibantu petugas kepolisan saat tiba dari Singapura ke Jakarta. (SMSolo/dok)
TIBA di Indonesia - Adelin Lis, terpidana kasus pembalakan liar di Sumatera Utara dikawal ketat oleh petugas kejaksaan agung dibantu petugas kepolisan saat tiba dari Singapura ke Jakarta. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Terungkapnya kasus pembalakan dengan terpidana Adelin Lis, menguak fakta baru.

Adelin Lis akhirnya dijebloskan ke penjara untuk menjalani eksekusi 10 tahun berdasar putusan Mahkamah Agung (MA).

Sebelum ditangkap di Singapura dan diterbangkan ke Indonesia pada Juni 2021, ternyata Adelin Lis memalsukan paspor dengan nama Hendro Leonardi untuk bisa terbang ke Singapura.

Baca Juga: Camat Kebonarum Digondeli Warganya. Sri Mulyani Mengalah, Mudzakir Tidak Dipindah

Kaburnya Adelin Lis ke luar negeri disinyalir atas peran Sutrisno yang waktu itu sebagai Kakanwil Imigrasi Jakarta Utara yang menandatangani paspor palsu Adelin Lis dengan nama palsu Hendro Leonardi.

Sutrisno yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Kepegawaian Kemenkumham saat dikonfirmasi berkali-kali tidak merespon atas kejadian itu.

Baca Juga: Camat Kebonarum Digondeli Warganya. Sri Mulyani Mengalah, Mudzakir Tidak Dipindah

Dia memilih bungkam dengan alasan sudah dijelaskan pejabat yang berwenang yakni Humas Ditjen Imigrasi.

Mudahnya Adelin Lis kabur ke luar negeri menggunakan paspor palsu menunjukkan lemahnya sistem administrasi dalam penegakan hukum.

Sejumlah pejabat di Kemenkumham juga memilih diam dan melimpahkan pejabat lainnya.

Baca Juga: Perubahan Nomenklatur, Bupati Klaten Kukuhkan Puluhan Pejabat Sesuai SOTK Baru

Inspektur Jenderal Imigrasi, Razilu saat dikonfirmasi terkait peristiwa itu malah melimpahkan kepada Inspektur Wilayah 3 Imigrasi, Khairuddin untuk menjelaskan kepada media terkait kasus tersebut.

Khairuddin saat dihubungi mengaku akan mengkroscek informasi tersebut.

"Saya cek dulu atas kasusnya dan yang menanganinya," jelas dia melalui pesan whatsapp.

Baca Juga: Plosorejo Dijadikan Pionir Desa Tuntas Vaksinasi dalam Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Karanganyar

Namun saat ditelepon, Khairuddin tidak memberikan respon.

Advokat Solo yang menjadi Korwil Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jateng, M Badrus Zaman menegaskan perlu komitmen tinggi dalam upaya penegakan hukum, khususnya dalam menangani berbagai kasus besar seperti kasusnya Adelin Lis yang dimungkinkan menyerat pihak lain yang terlibat.

"Kami mengapresiasi Kejaksaan Agung yang dapat memulangkan Adelin Lis dari Singapura untuk menjalani hukuman atas putusan MA dalam kasus pembalakan hutan di Mandailing Natal Sumatera Utara itu," tegas Badrus Zaman.

Baca Juga: Kunjungi Rutan Surakarta yang Disulap Jadi Pabrik Garmen, Gibran: Ini Sangat Luar Biasa

Seperti diberitakan sebelumnya, Adelin Lis alias Hendro Leonardi, yang sudah 13 tahun buron pihak Kejaksaan Agung, akhirnya ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia, pada Juni 2021.

Adelin Lis adalah owner PT Mujur Timber Group dan PT Keang Nam Development Indonesia.

Dalam kasus pembalakan di hutan Mandailing Natal, Sumatera Utara, Berdasar putusan MA, Adelin Lis divonis 10 tahun penjara serta membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar dan dana reboisasi 2,938 juta dollar AS.

Namun, kala itu kejaksaan tidak bisa mengeksekusi karena yang bersangkutan lebih dahulu kabur ke Singapura.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X