Rutan Surakarta Sudah Over Kapasitas, Gibran Punya Gagasan. Apa Itu??

- Kamis, 16 September 2021 | 16:27 WIB
Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka meninjau pabrik garmen di dalam Rutan Kelas I Surakarta, Rabu (15/9/2021). (SMSolo/dok)
Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka meninjau pabrik garmen di dalam Rutan Kelas I Surakarta, Rabu (15/9/2021). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Begitu datang ke Rutan Kelas I Surakarta, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka punya gagasan menarik. Apa itu?

Melihat sel tahanan begitu padat dihuni para narapidana (napi) dan tahanan titipan, Gibran ingin memindahkan Rutan Surakarta ke tempat yang lebih luas.

Baca Juga: Kunjungi Rutan Surakarta yang Disulap Jadi Pabrik Garmen, Gibran: Ini Sangat Luar Biasa

Sembari melihat seluruh sel tahanan dan melihat gedung yang dipakai untuk pabrik garmen, Gibran menilai, saat ini Rutan Surakarta sudah overloaded.

Dia menggagas memindahkan Rutan Surakarta ke area yang lebih luas.

"Kita berencana, harus direlokasi yang lebih luas dan layak. Sudah over capacity soalnya," kata Gibran saat berada di rutan, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Ini Terobosan. Rutan Surakarta Latih Napi Mandiri, Dipekerjakan di Pabrik Garmen

Mengenai tempat baru, Gibran akan dilakukan atau dicarikan tempat di luar wilayah Solo.

"Nanti akan kita carikan tempat kayaknya di luar wilayah Solo. Tadi Pak Karutan, Urip Dharma Yoga menyarankan di wilayah Karanganyar atau Sukoharjo," paparnya.

"Nanti coba saya komunikasikan kembali, tempat dan wilayah mana yang akan dibangun," tambah putra sulung Presiden Joko Widodo itu.

Baca Juga: Rutan Surakarta Berbagi Sembako untuk Masyarakat Sekitarnya

Seperti diketahui, Rutan Kelas I Surakarta saat ini sudah over kapasitas hingga 200 persen.

Karutan Urip Dharma Yoga, menjelaskan, agar tidak terjadi kebakaran rutan, pihaknya selalu koordinasi dengan PLN maupun Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo.

"Jadi kami tetap melakukan pengecekan kelistrikan secara berkala sudah terjadwal dengan PLN, tiga bulan sekali. Selain itu dua jam sekali petugas kami juga melakukan kontrol," tegasnya.

Baca Juga: Pernah Gagal Akibat Sipir Tersandung Narkoba, Rutan Solo Diusulkan Lagi Raih WBK

Di samping itu, lanjut Karutan, guna mengantisipasi kebakaran, pihak rutan selalu berkooordinasi dengan petugas pemadam kebakaran Solo.

"Hasil koordinasi kami mendapatkan delapan alat pemadam yang berada di setiap sudut, seperti di blok tahanan, di tempat masak, dan di tempat lain," paparnya.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X