PPKM Jawa-Bali Berakhir Besok, Prokes di Solo Kian Diabaikan

- Minggu, 19 September 2021 | 18:55 WIB
IMBAU WARGA: Petugas Satpol PP Surakarta mengimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan di Plasa Manahan.  (SMSolo/dok)
IMBAU WARGA: Petugas Satpol PP Surakarta mengimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan di Plasa Manahan. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Menjelang berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Senin (20/9/2021) besok, ternyata warga di Solo kian abai terhadap protokol kesehatan atau prokes.

Tidak terjadi peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan atau prokes.

Baca Juga: Disiplinlah! Pelanggar Prokes di Solo Bakal Diuji Swab Mendadak

Pemkot Surakarta mendapati tindakan abai terhadap penerapan prokes di banyak area publik di Kota Solo.

“Kepatuhan masyarakat hampir tidak ada peningkatan. Pelaksanaan 5M semakin diabaikan. Pelanggarannya agak meningkat,” ungkap Kepala Satpol PP Arif Darmawan, Minggu (19/9/2021).

Baca Juga: Pantau PTM, Bupati Sukoharjo Minta Penerapan Prokes Jangan Sampai Gagal

Arif menyebut contoh, pelanggaran banyak terjadi di lokasi kuliner yang tak mengindahkan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan.

“Mereka tidak memindahkan sebagian kursi dan beralasan kursi itu sudah diberi tanda silang. Padahal ketika disilang, praktiknya satu meja pasti diisi lebih dari dua orang. Makanya lebih baik sebagian kursi disingkirkan,” ungkap dia.

Baca Juga: Penyekatan Jalur Perbatasan di Gunung Lawu, polres Karanganyar Terapkan Edukasi Prokes

Selain itu, imbuh Arif, penggunaan aplikasi Peduli Lindungi sebagai alat skrining pengunjung juga belum direalisasikan mayoritas pemilik usaha.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres KH Ma'ruf Amin Buka AICIS 2021

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:48 WIB
X