Demo Desak Dirjen PAS Dicopot di Depan Kantor Kemenkumham, Ricuh

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 22:14 WIB
Akai unjuk rasa GMI di depan Kemenkumham menuntut Dirjen PAS mundur, ricuh. (SMSolo/dok)
Akai unjuk rasa GMI di depan Kemenkumham menuntut Dirjen PAS mundur, ricuh. (SMSolo/dok)


JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Aksi unjuk rasa yang menuntut agar Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Reinhard Silitonga dicobot dari jabatannya di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, ricuh.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Milenial Indonesia (GMI) pada Kamis (30/9/2021) itu, awalnya meminta Menkumham Yasonna Laoly untuk mencopot Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Reinhard Silitonga.

"Kami mendesak Reinhard Silitonga untuk segera mundur dari jabatannya," tegas Koordinator aksi, Ahmad dalam orasinya.

Baca Juga: Hari Pertama Percepatan Vaksinasi di Sukoharjo, Target 48 Ribu Sasaran Meleset

Ahmad memaparkan, berbagai kasus yang terjadi di pemasyarakatan hingga menyebabkan hilangnya nyawa menjadi salah satu faktor bagi pengunjuk rasa mendesak agar Dirjen PAS segera mundur dari jabatannya.

"Apalagi dengan adanya peristiwa kebakaran di Lapas Klas 1 Tangerang beberapa waktu lalu membuktikan bahwa kinerja Reinhard itu buruk, belum lagi berbagai kasus yang muncul di Lapas maupun di Rutan lainnya," ujarnya.

Unjuk rasa itu sempat diwarnai kericuhan akibat petugas keamanan kantor tersebut mengambil paksa spanduk GMI yang dibentangkan di depan Kantor Kemenkumham.

Baca Juga: APBD Defisit, Anggaran Pemeliharaan Jalan Wonogiri Tahun 2022 Hanya Rp 900 Juta

"Saat kami berorasi, ada petugas menarik spanduk kami dengan alasan kami tidak memiliki izin. Padahal sudah jelas kami menyampaikan ada izinnya," papar tokoh GMI itu dengan nada tinggi itu.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X