Wacana Pemilu Serentak pada 2024, Pakar UNS Menilai Pilihan Itu Lebih Baik

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:14 WIB
Pakar Hukum Tata Negara FH UNS, Dr Agus Riewanto SH MH (SMSolo/dok)
Pakar Hukum Tata Negara FH UNS, Dr Agus Riewanto SH MH (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini tengah menggodok agenda Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 2024.

Berbeda dengan edisi Pemilu tahun-tahun sebelumnya, kali ini KPU merencanakan pemilihan Presiden-Wakil Presiden dan calon legislatif DPR-DPRD dengan pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota digelar pada tahun yang sama.

Rencananya pemilihan Presiden-Wakil Presiden dan calon legislatif DPR-DPRD akan dihelat pada awal atau pertengahan 2024.

Baca Juga: UNS Surakarta Siapkan Atletnya ke Peparnas XVI Papua

Adapun pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota digelar pada akhir 2024.

Menanggapi rencana KPU tersebut, pakar
Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Dr Agus Riewanto menyebut Pemilu serentak adalah pilihan yang baik.

Diakui, hal itu menjadi tantangan besar bagi KPU selaku penyelenggara Pemilu.

Baca Juga: FH UNS Surakarta Terima Smart Board Mini Court dari MK RI

Sebabnya KPU akan dihadapkan pada tantangan soal teknis Pemilu, anggaran yang dikhawatirkan membengkak, hingga tingkat partisipasi pemilih.

Ia mengatakan, jika dilihat dari perspektif Pemilu, biaya yang dikeluarkan untuk menggelar Pemilu serentak bisa murah dan tingkat kebosanan pemilih menjadi rendah.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UNS Berangkatkan Tim Satgas Bencana Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 18:02 WIB

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X