Arab Saudi Beri Sinyalemen Buka Akses Umrah bagi Jemaah Indonesia

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:53 WIB
Stafsus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz. (SMSolo/dok)
Stafsus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz. (SMSolo/dok)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Kabar gembira bagi umat muslim di Indonesia. Arab Saudi membuka sinyalemen membuka akses penyelenggaraan umrah
bagi jemaah Indonesia.

Terkait dengan hal itu, Stafsus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz mengungkapkan pentingnya edukasi publik tentang penyelenggaraan umrah di masa pandemi.

"Jemaah perlu diedukasi tentang penyelenggaraan umdah di masa pandemi. Edukasi publik sangat penting agar jemaah bisa mengerti, memahami dan bisa menjalankan umrah di masa pandemi,” terang pria yang akrab disapa Gus Alex seperti dilansir dari Kemenag.go.id.

Baca Juga: Cakupan Digitalisasi Transaksi Keuangan di Karanganyar Akan Diperluas

Dalam arahan dalam Rapat Koordinasi Tim Manejemen Krisis Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Perjalanan Ibadah Umrah tahun 1443 H di Jakarta, Rabu (13/10/2021), Gus Alex menyebut edukasi penyelenggaraan umrah di masa pandemi ini penting.

Agar tidak terulang lagi terjadinya ketidakdisiplinan jemaah asal Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan setibanya di Arab Saudi.

Gus Alex menilai nota diplomatik dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tentang pembukaan ibadah umrah untuk jemaah dari Indonesia sebagaimana dijelaskan Menlu Retno Marsudi, pertanda baik.

Baca Juga: Bupati Klaten Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya 2020

Meskipun, nota diplomatik tersebut belum merinci tentang kebijakan teknis penyelenggaraan ibadah umrah bagi jemaah dari Indonesia.

Karena itu Gus Alex meminta tim krisis untuk bisa merumuskan rekomendasi dan langkah persiapan yang baik dalam penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi.

Persiapan itu baik berupa regulasi maupun teknis penyelenggaraan ibadah umrah, sejak sebelum keberangkatan, saat melaksanakan ibadah umrah, dan setelah kembali di tanah air.

"Sebagai bagian dari Tim Manajemen Krisis, masing-masing Kementerian agar menyiapkan skema keberangkatan dan kepulangan ibadah umrah sesuai dengan kewenangannya,” pesannya.

Baca Juga: PON XX Papua: Diwarnai Protes Tuan Rumah, Petinju Jateng Willis Boy Riripoy Raih Medali Emas

Keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah pada masa pandemi ini perlu dirumuskan secara bersama dengan mempertimbangkan prinsip one gate policy and zero incident.

Hal senada disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief. Dia mengingatkan bahwa ibadah umrah saat ini diselenggarakan dalam suasana pandemi.

Sehingga, masyarakat perlu mendapatkan edukasi tentang kondisi ini dan batasan-batasan yang ada di dalamnya.

“Kata pandemi saat ini menjadi kunci dan masyarakat harus diedukasi, agar memahami bahwa penyelenggaraan umrah saat ini dan kemungkinan juga saat haji nanti, adalah dalam suasana pandemi,” paparnya. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UNS Berangkatkan Tim Satgas Bencana Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 18:02 WIB

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X