Siswa SD di Klaten Buta Mendadak, Kapolres Datangi Rumahnya

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:20 WIB
Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo menyerahkan bantuan ke keluarga Rangga.  (SMSolo/Achmad Hussein)
Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo menyerahkan bantuan ke keluarga Rangga. (SMSolo/Achmad Hussein)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com - Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo memberikan bantuan kepada Rangga Dimas Iskandar (6), seorang bocah yang buta secara tiba-tiba, Kamis (14/10/2021).

Kapolres mendatangi kediaman siswa SD tersebut di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten dan menyerahkan sembako dan uang santunan.

"Kami memberi sedikit bantuan kepada Rangga yang saat ini sedang sakit, kehilangan penglihatannya." ujar Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Sekujur Tubuh Bersisik dan Kulit Pecah-Pecah, Dua Bocah di Boyolali Tak Tahan Cuaca Panas

Kapolres menjelaskan, dirinya mengetahui ada salah satu anak di Klaten kehilangan penglihatan dari pemberitaan di media.

Trenyuh atas kondisi sang bocah, Kapolres kemudian tergerak untuk memberikan bantuan.

"Kami tahunya dari media. Kemudian kami siapkan bantuan. Kami serahkan langsung karena sekalian ingin melihat kondisi Rangga. Tentunya kita ikut prihatin," imbuh Kapolres.

Baca Juga: Akibat Bocah Bermain Korek, Kandang Dilalap Api dan Sapi Terpanggang di Dalamnya

Kapolres berharap kondisi bocah yang duduk di bangku kelas 1 SD itu segera pulih dan bisa beraktifitas seperti sebelumnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada orang tua Rangga, agar bersabar merawat anaknya tersebut.

"Mohon Ibu bersabar dalam mengasuh Rangga. Saat ini Rangga butuh perhatian lebih atau mungkin rewel, karena sebelumnya bisa beraktivitas sendiri sekarang harus dibantu. Semoga sakitnya bisa segera bisa ditangani dan sembuh." katanya.

Baca Juga: Ghifari, Bocah Yatim Piatu asal Sukoharjo Dapat Bantuan dari Presiden Jokowi

Umiyatun Ibu Rangga menuturkan, saat kejang bulan Februari 2021, anaknya sempat dibawa ke salah satu RS di Klaten.

Kala itu anaknya sempat dirawat selama 10 hari dan kondisinya sempat membaik.

" Setelah di rumah, muncul bintik pada seluruh tubuh mirip cacar air. Sejak saat itulah penglihatan Rangga mulai terganggu dan akhirnya tidak bisa melihat," katanya.

Baca Juga: Bakal Dijemput, Bocah Sebatang Kara yang Orang Tuanya Meninggal Dunia Karena Covid-19 di Kaltim

Tak hanya sampai di situ. Sejak anaknya mengalami gangguan penglihatan, Umiyatun terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh serabutan karena harus mendampingi anaknya dalam beraktivitas sehari-hari.

Umiyatun sekarang hanya mengandalkan hasil dari ibunya yang bekerja sebagai buruh tani.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X