Polda Jateng dan BKSDA Bentuk Posko Perlindungan Satwa Liar

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:58 WIB
Kepala BKSDA Jateng Darmanto (paling kiri) dan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Robert Sihombing saat menunjukkan nota kesepahaman posko terpadu Penanganan Perkara Pengaduan Satwa Liar Dilindungi di Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Surakarta, Selasa (19/10/2021). (SMSolo/dok)
Kepala BKSDA Jateng Darmanto (paling kiri) dan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Robert Sihombing saat menunjukkan nota kesepahaman posko terpadu Penanganan Perkara Pengaduan Satwa Liar Dilindungi di Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Surakarta, Selasa (19/10/2021). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Guna menangani perkara pengaduan satwa liar yang dilindungi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Dalam mewujudkan kerja sama tersebut, keduanya sepakat meluncurkan posko terpadu Penanganan Perkara Pengaduan Satwa Liar Dilindungi di Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Surakarta, Selasa (19/10/2021).

Terkait MoU tersebut dikemukakan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Robert Sihombing. Gagasan pendirian posko tersebut berawal dari penanganan 3 kasus satwa liar dilindungi yang ditangani Ditreskrimsus Polda Jateng pada tahun 2021.

Baca Juga: Polda Jateng Bongkar Sindikat Pinjol ilegal. Ini Modus Yang Digunakan Pelaku

Dijelaskan Kasubdit Tipidter, 3 kasus yang ditangani yakni jual beli kulit Trenggiling di Terminal Weleri Kendal, Burung Rangkong dari Kalimantan yang masuk Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dan jual beli kulit harimau yang didapatkan dari Banyumas.

Menurutnya, penegakkan hukum dalam kasus tersebut terus berlanjut hingga ada putusan di pengadilan.

"Kalau vonis hukumannya hanya dalam hitungan bulan, kami rasa lebih bagus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Di mana perlindungan terhadap satwa liar yang dilindungi perlu dilakukan," tandasnya.

SatwaBaca Juga: PPKM Darurat! TSTJ Fokus Konservasi Satwa, Tak Terima Pengunjung

Tujuan itu, kata Robert, agar tidak terjadi lagi perdagangan satwa liar yang dilindungi secara bebas.

"Hal itulah yang membuat kami termotivasi untuk melindungi satwa liar dilindungi habitatnya," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X