Hingga Senin 25 Oktober pukul 05.00 WIB, BMKG Catat Gempa ke 34 di Salatiga

- Senin, 25 Oktober 2021 | 09:44 WIB
Ilustrasi gempa bumi (foto: istimewa) (Nugroho Wahyu Utomo)
Ilustrasi gempa bumi (foto: istimewa) (Nugroho Wahyu Utomo)

AMBARAWA, suaramerdeka-solo.com - BMKB mencatat hingga Senin pagi, 25 Oktober 2021 pukul 05.05 WIB, tercatat terjadi gempa ke 34 di Salatiga, Jawa Tengah.

Dikutip dari twitter Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, @DaryonoBMKG, gempa ke 34 magnitudo 2.5 SR.

"Gempa ke-34: Mag:2.5 SR,25-Oct-21 05:05;59,Lok:7.275 LS,110.45196 BT (8 km BaratLaut Kota Salatiga-Jateng). Kedalaman:11km:BMKG-PGR VII," kata Daryono di akunnya.

Baca Juga: Pinjol Yang Menyebabkan Ibu Rumah Tangga di Wonogiri Bunuh Diri Terungkap

Sebelumnya, Daryono dalam cuitannya menyebutkan, rentetan gempa bumi yang melanda Ambarawa-Salatiga, diketahui berpusat di komplek Gunung Telomoyo.

"Seluruh rentetan gempa Ambarawa-Salatiga, baik gempa utama dan 3 gempa susulannya berpusat di di komplek Gunung Telomoyo. Telomoyo adalah gunung yang terletak terletak di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang dengan ketinggian 1.894 m dpl dan merupakan gunung api strato belum pernah tercatat meletus," cuit Daryono.

Baca Juga: PDIP Bekali Kader Perempuan Lewat Program PUAN Indonesia

Daryono juga menyebutkan, catatan sejarah gempa kuat dan merusak di Salatiga, Banyubiru dan Ambarawa yaitu, gempa 24 September 1849, gempa 17 Juli 1865, gempa 23 Oktober 1865, gempa 22 April 1866, gempa 10 Oktober 1872 dan terakhir gempa sumogawe, Getasan 2,7 pada 17 Februari 2014 yang merusak beberapa rumah.

Selain itu, daerah Salatiga, Banyubiru, Bawen dan Ambarawa dekat sesar aktif. Yaitu sesar aktif Merapi Merbabu dan sesar Rawa Pening. Karena itu, menurut Daryono, perlu dilakukan edukasi mitigasi gempa bumi seperti pentingnya bangunan tahan gempa/rumah gempa, cara selamat saat terjadi gempa. Karena gempa kuat bisa terjadi kapan saja. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X