Pascagempa Bumi, Ratusan Warga Ambarawa Masih Berada di Pengungsian

- Senin, 25 Oktober 2021 | 22:45 WIB
Ilustrasi gempa bumi (foto: istimewa) (Nugroho Wahyu Utomo)
Ilustrasi gempa bumi (foto: istimewa) (Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka-solo.com - Pascagempa bumi yang melanda wilayah Ambarawa, Kabupaten Semarang, warga masih mengungsi.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Ahmad Luthfi mengecek langsung kondisi pengungsi yang hampir sebagian merupakan anak-anak itu di Desa Pojoksari, Kecamatan Ambarawa.

Kapolda Jateng ingin memastikan protokol kesehatan tetap jalankan meski berada di lokasi pengungsian.

Baca Juga: Punya Senpi Ilegal, Pengawal Salah Satu Kades di Rembang Terancam Hukuman Mati

"Meskipun di tempat pengungsian, protokol kesehatan harus tetap jalan," katanya.

Menurut dia, para warga ini hanya merasa trauma akibat guncangan gempa. Sebagai informasi, sekitar 200 warga masih mengungsi di beberapa titik pengungsian pascagempa bumi yang melanda wilayah Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan sekitarnya sejak Sabtu (23/10) hingga Minggu (24/10).

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan selain di Desa Pojoksari, tenda juga disiapkan di halaman RSUD Ambarawa untuk mengantisipasi warga yang trauma.

Baca Juga: Ormas Tikus Pithi akan Mendeklarasikan sebagai Partai Politik

Adapun dari hasil pendataan, lanjut dia, terdapat 33 rumah warga yang terdampak guncangan gempa dua hari terakhir ini. "Tidak roboh, hanya retakan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, BMKG mencatat terjadi rentetan gempa Bumi di Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa Provinsi Jawa Tengah sejak Sabtu (23/10) dinihari pukul 00.32 WIB yang dipicu oleh sesar aktif.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UNS Berangkatkan Tim Satgas Bencana Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 18:02 WIB

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X