Impor Peralatan Hingga 57 Kontainer, Investor PLTSa Putri Cempa Ingin Pembebasan Bea Masuk

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 05:53 WIB
TINJAU PLTSa: Perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP), Bea Cukai, Pemkot Surakarta dan PT SCMPP meninjau PLTSa Putri Cempa, Senin (25/10/2021).  (SMSolo/dok)
TINJAU PLTSa: Perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP), Bea Cukai, Pemkot Surakarta dan PT SCMPP meninjau PLTSa Putri Cempa, Senin (25/10/2021). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Investor Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempa, PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP), meminta pemerintah membebaskan bea masuk bagi impor peralatan proyek yang berjumlah tak kurang 57 kontainer.

Investor PLTSa Putri Cempa beralasan, pembebasan bea masuk tersebut sudah tertuang dalam aturan pemerintah serta bisa menghemat ongkos produksi.

Baca Juga: Bank Sampah Award 2021. Biasakan Kader Adiwiyata di Klaten Memilah Sampah dari Rumah

“Kalau kami tidak mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk itu, tentu kami harus bayar pajak yang cukup besar. Lagipula itu tidak seharusnya, karena industri pembangkit tenaga listrik sudah ada fasilitas bebas bea masuk yang diatur Peraturan Menteri Keuangan,” ungkap Direktur Utama PT SCMPP Elan Syuherlan, Senin (25/10/2021).

Menurut Elan, saat ini konsorsium investor PLTSa Putri Cempa tersebut tengah mendatangkan material dan peralatan proyek secara bertahap.

Baca Juga: Kreatif, Tempat Buang Sampah Disulap Jadi Taman Asri di Boyolali

“Sebanyak 57 kontainer itu pengiriman batch pertama. Dari jumlah itu, sebanyak 23 kontainer sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas dan tiga kontainer sudah tiba di PLTsa. Nanti batch kedua juga rencananya 57 kontainer lagi.”

Tanpa pembebasan bea masuk maupun pembebasan dan/atau penundaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Elan mengaku sulit mendatangkan barang-barang yang sudah diimpornya dari Tiongkok dan India tersebut ke lokasi PLTSa di TPA Putri Cempa.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Meninggal. Gilang Sangat Bersemangat Saat akan Mengikuti Diklat Menwa

“Barang-barang itu tidak bisa dikeluarkan dari pelabuhan. Kami harus menyediakan jaminan atau deposito senilai barang tersebut, di luar asuransi.Pihak bea cukai juga tidak bisa mengeluarkan barang itu, jika tidak ada dasarnya,” terang dia.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UNS Berangkatkan Tim Satgas Bencana Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 18:02 WIB

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X