Mahasiswa UNS Meninggal Usai Diklatsar Menwa, Ini Sejarah Menwa di Indonesia

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:03 WIB
Abdul Hari Nasution, pendiri Resimen Mahasiswa (SM Banyumas/dok)
Abdul Hari Nasution, pendiri Resimen Mahasiswa (SM Banyumas/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Meninggalnya salah satu mahasiswa UNS usai mengikuti Diklatsar Resimen Mahasiswa (Menwa), menjadi catatan kelam, khususnya menjelang Hari Sumpah Pemuda.

Terlebih, polisi yang melakukan penyelidikan akan kasus itu mendapati tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Lalu bagaimana sejarah Menwa di negeri ini?

Menwa adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Baca Juga: Uji Coba Pembukaan Destinasi Wisata, Gunung Kidul Diserbu 17.934 Wisatawan pada Akhir Pekan

Menwa juga merupakan salah satu komponen warga negara yang mendapat pelatihan militer (unsur mahasiswa). Markas komando satuan Menwa bertempat di perguruan tinggi di kesatuan masing-masing yang anggotanya adalah mahasiswa atau mahasiswi yang berkedudukan di kampus tersebut.

Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan pelatihan ilmu militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya.

Baca Juga: 20 Anak dengan HIV/AIDS Terima Bantuan dari KPA Klaten dan Polres Klaten

Tanggal 13 Juni – 14 September 1959 diadakan wajib latih bagi para mahasiswa di Jawa Barat. Mahasiswa yang memperoleh latihan ini siap mempertahankan NKRI bersama TNI guna mencegah semua ancaman dan siap melakukan pertempuran dengan menggunakan senjata.

Mahasiswa-mahasiswa walawa (WAJIB LATIH) dididik di Kodam VI/ Siliwangi dan para walawa diberi hak mengenakan lambang Siliwangi. Walawa dipersiapkan sebagai perwira cadangan untuk mendukung TNI bila terjadi keaadaan genting pada NKRI.

Pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta, Komando Pimpinan Besar Revolusi Presiden RI Bung Karno mencetuskan Trikora. Seluruh rakyat menyambut komando ini dengan gegap gempita dengan semangat revolusi untuk merebut Irian Barat; termasuk juga mahasiswa wajib latih (Walawa).

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UNS Berangkatkan Tim Satgas Bencana Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 18:02 WIB

Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru sejak Tahun 1818

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:13 WIB
X