Prasasti Kuno Ditemukan di Lereng Gunung Merapi-Merbau

- Selasa, 1 Juni 2021 | 09:23 WIB
Anggota tim menunjukkan prasasti kuno temuan di ladang tembakau milik warga di Kecamatan Cepogo. SMSolo/dok
Anggota tim menunjukkan prasasti kuno temuan di ladang tembakau milik warga di Kecamatan Cepogo. SMSolo/dok

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Sebuah benda purbakala berupa prasasti kuno di temukan di ladang tembakau yang terletak di Kawasan lereng Gunung Merapi-Merbabu.

Bongkahan batu tulis itu didiperkirakan dikeluarkan pada masa pemerintahan Rakai Watukura Dyah Balitung pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Benda bersejarah itu ditemukan di tengah ladang tembakau milik warga di Dukuh Wonosegoro, Desa/ Kecamatan Cepogo Boyolali.

Panjangnya 100 centimeter dan lebar 20 centimeter. Bagian permukaan ada yang rusak sehingga beberapa huruf tidak terbaca. Terkait temuan itu, Tim Forum Budaya Mataram yang telah melakukan penelusuran kemudian memberikan penanda berupa pin lokasi dan barcode pada Minggu (30/5/2021).

"Beberapa tulisan di prasasti itu ada yang hilang, kemungkinan terkikis air. Karena posisi prasasti itu hanya sekitar tiga meter dari bibir jurang," kata salah satu ahli sastra kuno Tim FBM, Wahyudi.

Dijelaskan, tulisan pada prasasti sebagai berikut ......swasti çāka warṣātīta 823 jyaṣṭa māsa, pañcami çukla ha wa so. kāla niki paçarūṅga nāma ... (sebagian huruf hilang). Artinya selamat tahun caka 823 bulan Jiayasta tanggal 5 Hariang, hari wage soma tempat ini bernama Pasyarungga.

"Artinya kurang lebih Selamat Ulang Tahun 832 bulan jiyasta tanggal 5 Haruang wage soma tempat ini bernama Pasyarungga dan identitas pembuat prasasti tulisannya hilang terkikis oleh Alam dan juga faktor usia."

Kerajaan Medang

Sejarawan Boyolali, Surojo menambahkan, Prasasti Pasyarungga ini diperkirakan dikeluarkan pada masa pemerintahan Rakai Watukura Dyah Balitung yaitu Raja Mataram Kuno yang berkuasa pada 898-908 Masehi.

Pada saat pemerintahan Dyah Balitung, dimana istana Kerajaan Medang tidak lagi berada di kawasan Mataram, ataupun Mamrati, melainkan sudah dipindahkan ke kawasan Poh Pitu yang diberi nama Yawapura.

Hal ini dimungkinkan sebab istana Mamratipura (yang dulu dibangun oleh Rakai Pikatan) telah rusak dampak perang saudara selang Rakai Kayuwangi melawan Rakai Gurunwangi.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Pengiriman Jamaah Umrah Dihentikan Sementara

Senin, 17 Januari 2022 | 10:08 WIB
X