Dua Tahun Dibatalkan, Pemerintah Segera Respons Bertambah Panjangnya Antrean Haji

- Rabu, 9 Juni 2021 | 13:15 WIB
Calon jamaah haji di Asrama Haji Donohunan, Boyolali, sebelum terjadi pandemi Covid-19.(SMSolo/Setyo Wiyono) (    Cun Chya                            )
Calon jamaah haji di Asrama Haji Donohunan, Boyolali, sebelum terjadi pandemi Covid-19.(SMSolo/Setyo Wiyono) ( Cun Chya )

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Pemerintah Indonesia segera menyiapkan langkah-langkah terhadap antrean yang kian panjang, setelah dua tahun pemberangkatan jamaah haji dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Langkah-langkah tersebut, menurut Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi, sebagai respons agar antrean dapat dikendalikan.

Yang pertama yakni menguatkan regulasi.

Baca Juga: Sudah Divaksin, Calon Haji dari Sukoharjo Tetap Gagal Berangkat

Ketentuan tersebut terutama mengenai batasan usia 18 tahun untuk mendaftar haji.

Selanjutnya yang kedua, Kemenag melarang praktik pemberian dana talangan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk membayar setoran awal jemaah.

"Tertundanya keberangkatan dua tahun terakhir, tentu memperpanjang antrian, itu keniscayaan dan tidak bisa dihindari," kata dia, Selasa (8/6/2021), sebagaimana dilansir dari suaramerdeka.com.

Baca Juga: Haji Ditunda Lagi, Tukang Tambal Ban Ini Hanya Bisa Pasrah

Menurut Khoirizi, calon jemaah yang tertunda keberangkatannya, secara berurutan bakal menjadi prioritas untuk diberangkatkan, jika penyelenggaraan haji kembali dibuka pada tahun mendatang.

Pemerintah, lanjut dia, akan terus menyuarakan penambahan kuota haji bagi Indonesia.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Boyolali Tak Lengah Meski Paparan Covid-19 Melandai

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:25 WIB

426 Lulusan Unisri Surakarta Diwisuda

Minggu, 17 Oktober 2021 | 15:50 WIB
X