Penting, Perlindungan Hukum bagi Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

- Kamis, 10 Juni 2021 | 12:47 WIB
PEMBICARA: Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho menjadi pembicara dalam diskusi bertema "Konsep Perlindungan Hukum bagi Tenaga Medis dalam Penanganan Pasien Covid-19."(SMSolo/Evie Kusnindya) (Evie Kusnindya)
PEMBICARA: Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho menjadi pembicara dalam diskusi bertema "Konsep Perlindungan Hukum bagi Tenaga Medis dalam Penanganan Pasien Covid-19."(SMSolo/Evie Kusnindya) (Evie Kusnindya)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 bukan hanya berisiko tertular, namun juga bisa menghadapi risiko secara hukum hingga perundungan.

"Maka perlu ada UU yang memberikan perlindungan terhadap tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19,” kata Rektor UNS Surakarta Prof Jamal Wiwoho SH MH yang juga Ketua Tim Penelitian "Konsep Perlindungan Hukum bagi Tenaga Medis dalam Penanganan Pasien Covid-19".

Prof Jamal menyampaikan, Covid-19 mulai muncul di Wuhan akhir 2019. Virus tersebut kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, hingga kini.

Baca Juga: Buntut Kerumunan di McD Solo Baru, Pengelola Diwarning

"Kasus pasien Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Tenaga medis harus bekerja keras dalam menangani pasien. Kemudian banyak tenaga medis yang diasingkan, adanya kekerasan terhadap tenaga medis, tenaga medis tidak dihargai, tenaga medis tidak boleh pulang ke rumah karena dianggap membawa virus, serta stigma negatif lainnya dari masyarakat,” jelas dia.

Padahal, lanjutnya, tenaga medis rela mengabdi untuk menangani pasien Covid-19.

Bahkan tidak sedikit yang melaporkan rumah sakit karena dituduh 'meng-covidkan' pasien.

Baca Juga: Duh...Vaksinasi Gratis di Kompleks Kantor Gubernur Jateng Malah Jadi Kerumunan

"Maka dari itu, perlu adanya perlindungan hukum bagi tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19. Ini dilakukan supaya tenaga medis itu tenang dalam menjalankan profesinya yang sangat berisiko karena berhadapan langsung dengan pasien," imbuh Prof Jamal.

Diskusi secara luring dan daring itu digelar Pusat Studi Demokrasi dan Ketahanan Nasional (Pusdemtanas) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS), di UNS Inn.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

2.136 Siswa Jadi Sasaran Serbuan Vaksinasi Kodim Klaten

Jumat, 10 September 2021 | 20:12 WIB
X