11 Bahasa Daerah di Indonesia Dinyatakan Punah. Unesco Mencatat Tiap Pekan Satu Bahasa Daerah Hilang

- Sabtu, 20 November 2021 | 18:15 WIB
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof Endang Aminudin Aziz MA,PhD mengalungkan id-card kepada perwakilan peserta saat pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu di Hotel Lorin, Jumat (19/11) malam. (SMSolo/Irfan Salafudin)
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof Endang Aminudin Aziz MA,PhD mengalungkan id-card kepada perwakilan peserta saat pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu di Hotel Lorin, Jumat (19/11) malam. (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Kepunahan Bahasa Daerah dan sastra daerah, menjadi gejala global yang terjadi di berbagai negara.

Bahkan menurut catatan Unesco, hampir setiap pekan ada satu Bahasa Ibu yang hilang.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof Endang Aminudin Aziz MA,PhD saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu di Hotel Lorin, Jumat (19/11) malam.

Baca Juga: Daftar Tunggu Haji di Kabupaten Klaten Hingga 30 Tahun

"Di Indonesia, ada 718 bahasa daerah. Terbanyak kedua setelah Papua Nugini, yang mempunya 830 bahasa daerah. Pada 2019, tercatat ada 11 Bahasa Daerah di Indonesia yang dinyatakan punah. Unesco mencatat, secara global, setiap pekan ada satu Bahasa Daerah hilang," katanya.

Ada berbagai faktor penyebab kepunahan Bahasa Daerah. Mulai dari perubahan perilaku penuturnya yang tak lagi menggunakan Bahasa Ibu untuk berkomunikasi, karena migrasi penduduk, kawin campur, hingga karena bencana.

Baca Juga: 1.155 Produk Unggulan Hasil KKN Tematik UNS Dipamerkan di Solo Techno Park

"Karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mencoba untuk memikirkan, merevitalisasi, bagaimana upaya mempertahankan bahasa dan sastra daerah agar tidak hilang. Salah satu caranya, dengan mendasarkan pada program sekolah," ujarnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu, menurutnya, adalah salah satu upaya melestarikan bahasa daerah. Peserta festival, diharapkan menjadi agen dalam mempertahankan bahasa dan sastra daerah di masa mendatang.

Baca Juga: Tebing Longsor Timpa Dua Rumah, Tiga Warga dan Satu Bidan Desa di Banjarnegara Tewas

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dua Prajurit Gugur Diserang KSB di Pos TNI di Gome

Kamis, 27 Januari 2022 | 10:21 WIB

Kemenkes Akan Hapus BPJS Kesehatan Kelas 1,2 dan 3

Rabu, 26 Januari 2022 | 21:30 WIB

Bupati Sleman Positif Covid-19

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:03 WIB

SAH! Pilkada Serentak Disepakati 27 November 2024

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:12 WIB

Dua Kelompok di Sorong Bertikai, Belasan Orang Tewas

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:30 WIB

Mantan Kapolres Ogan Komeru Ulu Timur Ditahan

Senin, 24 Januari 2022 | 11:40 WIB

Viral. Video Pengusiran Haikal Hasan di Malang

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:38 WIB

Dua Pasien Omicron Meninggal

Minggu, 23 Januari 2022 | 09:00 WIB
X