Soal Raja Baru Pura Mangkunegaran, Tradisi Mataram Memihak GPH Bhre Cakrahutomo

- Minggu, 21 November 2021 | 21:07 WIB
Pangageng Wadana Satriya, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat.  (SMSolo/Agustinus Ariawan)
Pangageng Wadana Satriya, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat. (SMSolo/Agustinus Ariawan)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Raja baru Pura Mangkunegaran penerus KGPAA Mangkunegara IX yang wafat Agustus 2021, hingga kini belum bisa ditebak.

Meski demikian tradisi Mataram saat memilih raja cenderung memihak GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, untuk menggantikan ayahnya.

“Kalau meneruskan tradisi Mataram yang bersifat patrilineal, memang (calon raja baru) harus putra kakung. Syukur-syukur putra kakung dari prameswari (permaisuri),” ungkap Pangageng Wadana Satriya, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat.

Baca Juga: Baik Paundra atau Bhre, Suksesi Raja Mangkunegaran Diharapkan Hasilkan Pemimpin Terbaik

Jika demikian, maka GPH Bhre Cakrahutomo adalah kandidat terkuat penerus tahta Istana Mangkunegaran.

Sebab ia merupakan putra permaisuri mendiang Mangkunegara IX, Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara.

Selain GPH Bhre Cakrahutomo, almarhum memiliki seorang putra dari pernikahan pertamanya dengan Sukmawati Soekarnoputri, yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara. Namun pernikahan itu kandas pada 1984.

Baca Juga: Dukung Paundra Jadi Raja Mangkunegaran, HKMN Minta Bhre Jadi Perdana Menteri

Meski menyebut tradisi Mataram lebih condong kepada GPH Bhre Cakrahutomo, Lilik enggan berspekulasi lebih jauh.

“Keputusan ada di tangan Gusti Kanjeng Putri dan putra putri Dalem dengan sadherek Dalem. Para sepuh-sepuh hanya dimintai pendapat, semuanya di bawah perintah Gusti Kanjeng Putri. Yang memilih nanti Gusti Kanjeng Putri dan sadherek Dalem, tapi di atasnya ada paugeran itu,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengiriman Jamaah Umrah Dihentikan Sementara

Senin, 17 Januari 2022 | 10:08 WIB
X