Hari Jadi Ke-13, KAI Gelar Seminar Pinjaman Online dan Undang Ahmad Dhani

- Kamis, 10 Juni 2021 | 22:30 WIB
Heru S Notonegoro (SMSolo/Sri Hartanto)
Heru S Notonegoro (SMSolo/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Kongres Advokat Indonesia (KAI) dalam waktu dekat menggelar ulang tahun Ke-13.

Dalam memperingati Hari Jadi KAI tersebut, berbagai rangkaian akan digelar selama sehari penuh yakni pada Sabtu (12/6/2021) di Solia Signa Hotel, Laweyan, Solo.

Salah satu kegiatannya, seminar nasional membahas maraknya lembaga pinjaman online (pinjol) alias Financial Technologi (Fintec).

Baca Juga: Berawal dari Hajatan, Satu Dusun di Wonogiri Isolasi Lokal

Vice President DPP KAI Dr Heru S Notonegoro didampingi Ketua DPD KAI Jateng Theo Wahyu Winarto, serta Ketua DPC KAI Surakarta Sapta Heri Surahmad berharap, seminar hukum itu menjadi jawaban atas berbagai persoalan muncul.

Seminar bertema "Pinjaman On Line, Kebutuhan atau Kejahatan".

Tiga narasumber akan dihadirkan, Dr Tongam Lumban Tobing selaku Kepala Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr Muzakir pakar hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia, serta Irjen Pol Kamil Razak SH MH mantan Direktur Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK.

Heru Notonegoro mengakui, pinjol menyediakan dana segar bagi masyarakat dengan cepat dengan syarat mudah.

Baca Juga: Sempat Vakum, KPID Jateng Gelar Anugerah Penyiaran 2021

Namun kehadirannya mengundang berbagai masalah.

Lebih-lebih tidak berbadan hukum dan tak punya izin operasional dari OJK, sehingga tidak ada perlindungan hukum bagi nasabah.

Proses pencairan pinjaman yang sangat cepat dan mudah juga cenderung mengabaikan syarat kehati-hatian, baik menyangkut biaya administrasi pinjaman, bunga dan denda, serta biaya-biaya lain.

"Seperti yang terjadi pada seorang guru di Malang. Awalnya pinjam Rp 2 juta namun diduga data pribadinya dicuri, digunakan untuk pinjam di empat pinjol lainnya, sehingga dia ditagih hingga puluhan juta rupiah.’’

Baca Juga: Pengurus Pagar Nusa Sragen Dilantik, Targetkan Bangun Padepokan di Tangen

Menurut dia, hal itu salah satu masalah nasabah pinjol yang tidak mendapat perlindungan hukum.

"Sedangkan dalam Undang-Undang, perbankan wajib menjamin rahasia data pribadi peminjam," papar Heru.

Yang lebih brutal, mekanisme kerja pinjol dilakukan dengan cara brutal melalui debt collector, berupa ancaman, penyebaran informasi rahasia, hingga teror.

Baca Juga: Meninggal di RSJD, Pasien Covid-19 asal Kudus Memiliki Komorbid

Menyambut Hari Jadi Ke-13 itu, KAI juga akan menandatangani kesepakatan dengan berbagai pihak. Sedangkan diakhir acara akan dimeriahkan pentas musik yakni Ahmad Dhani dan kawan-kawan.

‘’Berbagai acara tetap menerapkan prokes ketat. Semua pengurus, anggota KAI yang hadir akan dites swab. Apabila ada yang terbukti positif covid-19, akan dirujuk ke rumah sakit," tandas Heru.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X