Gelar Mapamnas XIV di Solo, Perpamsi: Perubahan Iklim Bisa Pengaruhi Produksi Air Minum

- Selasa, 7 Desember 2021 | 19:24 WIB
Ketua Umum Perpamsi, Rudie Kusmayadi (tengah), menjelaskan pelaksanaan Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas) Ke-XIV Perpamsi kepada wartawan di Hotel The Sunan Solo, Selasa (7/12/2021).  (SMSolo/Agustinus Ariawan)
Ketua Umum Perpamsi, Rudie Kusmayadi (tengah), menjelaskan pelaksanaan Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas) Ke-XIV Perpamsi kepada wartawan di Hotel The Sunan Solo, Selasa (7/12/2021). (SMSolo/Agustinus Ariawan)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Perubahan iklim dinilai pengurus Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) mampu mempengaruhi ketersediaan air baku sebagai bahan produksi air minum.

Karenanya organisasi tersebut tengah mengembangkan mitigasi berbasis risiko, guna mengantisipasi perubahan iklim itu.

“Perubahan iklim ini berdampak terhadap proses operasi sistem pengolahan air minum. Baik karena perubahan kualitas air baku yang sangat drastis, mulai tingkat kekeruhan yang tiba-tiba tinggi akibat banjir atau justru terlalu rendah sehingga sulit diolah,” ungkap Direktur Eksekutif Perpamsi Agus Sunara di sela-sela Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas) Ke-XIV Perpamsi di Hotel The Sunan Solo, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Banyak Jabatan Kosong di PDAM Tirto Negoro Sragen, Diisi Setelah Ada Dirut Baru Terpilih

Agus menambahkan, perubahan iklim yang bisa memicu banjir bandang juga mampu menghanyutkan atau merusak peralatan pengolahan air minum.

“Maka dari itu Perpamsi menyusun pedoman mitigasi risiko dan akan menyosialisasikannya kepada stakeholder.”

Salah satu upaya sosialisasi pedoman mitigasi tersebut, imbuh Agus, dilakukan dengan menjadikannya kurikulum wajib di seluruh perguruan tinggi yang terkait dengan sektor air minum.

Baca Juga: Studi Banding ke Banjarnegara, Oknum Camat dan PNS Karanganyar Malah Terjaring Razia di Dalam Kamar Hotel

“Kami juga memiliki Akademi Teknik Tirta Wiyata di Magelang. Ke depan kami akan mewajibkan mahasiswa untuk memperoleh mata kuliah tentang mitigasi risiko terhadap perubahan iklim tersebut. Ini juga akan menjadi mandatory atau aturan, di mana seluruh manajemen PDAM wajib menjalankan rencana pengamanan air minum (RPAM) tersebut,” beber Agus.

Ketua Umum Perpamsi Rudie Kusmayadi menjelaskan, Mapamnas XIV merupakan pesta demokrasi para tukang ledeng se-Indonesia, guna memilih pemimpin baru organisasi tersebut untuk empat tahun ke depan.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengiriman Jamaah Umrah Dihentikan Sementara

Senin, 17 Januari 2022 | 10:08 WIB

Polda Jatim Buru Penendang Sesajen ke Lombok Timur

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:35 WIB
X