Soal Wadas, Komnas HAM Minta Polisi Tidak Mudah Beri Stempel Hoaks

- Senin, 14 Februari 2022 | 14:57 WIB
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara /@Bekahapsara
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara /@Bekahapsara

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta agar polisi tidak mudah memberikan stempel hoaks pada akun medsos yang melakukan reportase langsung.

Hal itu menjadi salah satu hal yang disampaikan Komnas HAM saat bertemu dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi dan jajarannya terkait peristiwa di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Anggota Komnas HAM Beka Ulung Hapsara melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, mengatakan pihaknya telah menyampaikan sejumlah temuan awal berdasarkan pemantauan lembaga itu di Desa Wadas.

Baca Juga: Di Depan Ganjar, Warga Wadas Mengaku Trauma dan Ketakutan Lihat Polisi

Komnas HAM RI dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah bersepakat untuk koordinasi lebih intensif guna mencegah peristiwa yang sama terulang sekaligus menciptakan suasana yang kondusif di Desa Wadas.

"Komnas HAM akan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh penyelesaian permasalahan yang ada di Wadas," ujarnya dikutip dari Antara.

Selain itu, Komnas HAM juga menyampaikan tiga hal kepada jajaran Polda Jateng.

Baca Juga: Empat Fakta Keganasan Pantai Payangan Jember

Yakni menerapkan sanksi kepada personel yang terbukti melakukan kekerasan, meminta polisi agar tidak mudah memberikan stempel hoaks kepada akun-akun sosial media yang melakukan reportase lapangan secara langsung.

Terakhir, lembaga tersebut meminta Polda Jateng agar mengembalikan barang-barang dan peralatan milik warga yang masih disita pihak kepolisian.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

Senin, 28 November 2022 | 19:35 WIB
X