Hingga 2022 Salurkan Dana Desa Sebesar Rp468 Triliun, Presiden: Jangan Pikir Ini Uang Kecil

- Selasa, 29 Maret 2022 | 21:30 WIB
Presiden Joko Widodo saat berbicara dihadapan kepala desa pada Silatnas Apdesi (twitter/@setkabgoid)
Presiden Joko Widodo saat berbicara dihadapan kepala desa pada Silatnas Apdesi (twitter/@setkabgoid)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Presiden Joko Widodo meminta pemerintah desa untuk mengelola, memanfaatkan, serta merealisasikan dana desa sebaik mungkin sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi di desa dan secara keseluruhan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sampai dengan tahun 2022, pemerintah telah menyalurkan dana desa sebesar Rp468 triliun.

"Jangan dipikir ini uang kecil, ini uang gede sekali, besar sekali. Dalam sejarah negara ini berdiri, desa diberi anggaran sampai Rp468 triliun itu belum pernah. Oleh sebab itu, hati-hati dalam mengelola, me-manage duit yang sangat besar sekali ini,” kata Presiden dalam acara Peresmian Pembukaan Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Tahun 2022, di Istora Senayan, Selasa, 29 Maret 2022.

Baca Juga: Membengkak, Separuh Lebih Warga Wonogiri Masuk DTKS

Kepala Negara menyadari bahwa kerja keras pemerintah desa dalam pembangunan desa sudah terlihat secara konkret.

Dana desa telah dimanfaatkan untuk pembangunan berbagai fasilitas untuk masyarakat seperti jalan desa, embung, saluran irigasi, jembatan, dan infrastruktur lainnya.

“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Mendagri, Pak Tito, jadi jalan desa berapa, jadi embung berapa, jadi irigasi berapa, jadi jembatan berapa semuanya jelas konkret fisik ada. Ini akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di desa maupun nanti diagregatkan menjadi pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya dikutip dari laman presiden.go.id.

Baca Juga: Launching Program Lantala, BPN Solo Klaim Permohonan Sertifikat Hanya Butuh Waktu 1 Jam

Lebih lanjut, presiden menginstruksikan agar dana desa dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan di desa, utamanya jalan produksi pertanian dan perkebunan.

Serta pembangunan yang berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat di desa. Sampai saat ini telah terbangun 227 ribu kilometer jalan desa yang dibiayai dari dana desa.

“Masih ada banyak jalan-jalan di desa yang memang perlu dibangun dan diperbaiki utamanya dan utamakan jalan-jalan produksi yang menuju ke sawah, ke kebun itu yang didahulukan."

Baca Juga: 27.622 Pendaftaran Gagal Tembus UNS melalui SNMPTN

Presiden menyebut bahwa pemanfaatan dana desa yang baik akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi desa.

Presiden pun kembali mengingatkan agar pembangunan desa harus menggunakan material dari daerah tersebut agar transaksi ekonomi terus berputar di desa.

Baca Juga: Diguyur Hujan Satu Jam, Jembatan Kadirejo, Karanganom Klaten Putus

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X