JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Pegiat media sosial Ade Armando disebutkan kondisinya parah dan mengalami pendarahan kantun kemih akibat penganiayaan saat demo di DPR lalu.
"Keadaan Ade Armando selaku klien kami, beliau sekarang bisa dibilang parah ya, karena ada pendarahan di kantung kemih, akibat pukulan tersebut," kata salah satu kuasa hukum Ade, Prima Anko dikutip dri Antara.
Selain itu, kliennya juga menderita luka pada bagian hidung. Dia menyebut pengeroyokan tersebut sebagai tindakan tak berperikemanusiaan.
Baca Juga: Pemindahan Lokasi Pembangunan Islamic Center di Solo Berdampak Terhadap Puluhan Rumah Warga
"Itu tentunya sangat tidak manusiawi yang terjadi pada klien kami," ujarnya.
Salah satu anggota tim kuasa hukum Ade Armando lainnya, Aulia Fahmi, mengatakan pendarahan di kantung kemih akibat diinjak pelaku pengeroyokan.
Dia pun berharap pelaku yang mengeroyok dan membuka celana Ade Armando segera ditangkap.
Baca Juga: Mahasiswa Demo Lagi di Solo. Singgung Harga Minyak Goreng Mahal, BBM Naik dan IKN
"Saya kira ini sudah tidak sangat manusiawi. Nah kita berharap supaya pelakunya yang melakukan penginjakan, serta membuka celana juga dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan atas perbuatannya," ujar Aulia.
Polda Metro Jaya hingga saat ini telah menangkap tujuh orang dalam kasus pengeroyokan terhadap Ade Armando yakni Muhammad Bagja, Komarudin, Dhia Ul Haq, Abdul Latif, Arif Pardhiani, Markos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah.
Baca Juga: Provokator Pengeroyokan Ade Armando Ditangkap
Saat ini, petugas masih memburu seorang lainnya yang diduga terlibat penganiayaan Ade Armando, yaitu Ade Purnama. **
Artikel Terkait
Demo di DPR, Ade Armando Babak Belur dan Ditelanjangi
Ade Armando Babak Belur Saat Demo di DPR, Netizen Colek Komnas HAM
Soal Kekerasan Terhadap Ade Armando, Ini Kata UI
Polda Metro Ralat Soal Tersangka Kasus Pengeroyokan Ade Armando