BNPB: Relawan, Agen Pembangunan Peradaban Berbasis Pengurangan Risiko Bencana

- Rabu, 27 April 2022 | 08:45 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memuji peran relawan saat berpidato pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Klaten. (SMSolo/dok)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memuji peran relawan saat berpidato pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Klaten. (SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai, gerakan berbasis budaya lokal, persatuan masyarakat dan relawan menjadi modal sosial yang luar biasa dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Hal itu ditegaskan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pada puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tingkat Nasional Tahun 2022 yang digelar di Taman Ledok Sari (Talesa) Desa Balerante, Kemalang, Klaten, Selasa (26/4/2022).

Menurutnya, relawan penanggulangan bencana merupakan agen perubahan dalam pembangunan peradaban bangsa berbasis pengurangan risiko bencana (PRB).

Baca Juga: Gedung Baru BPBD Klaten Kebakaran? 80 Personel Gabungan Dikerahkan

‘’Modal sosial yang luar biasa berupa kesetiakawanan, kedermawanan, kegotongroyongan dan partisipasi semua pihak. Salah satu kekuatan yang kita milik adalah potensi dan kekuatan relawan penanggulangan bencana,’’ tegas Suharyanto.

Peringatan HKB merupakan ikhtiar membangun ketangguhan bangsa, membangun peradaban bangsa berbasis PRB dan menumbuhkan karakter sadar bencana sejak dini, membangun kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana.

Upaya itu, tak bisa hanya dilakukan pemerintah. Perlu kolaborasi pentahelix antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga usaha, akademisi, masyarakat dan komunitas rakyat banyak, menjadi kekuatan dan energi besar dalam membangun peradaban bangsa berbasis PRB.

Baca Juga: Puncak Arus Mudik Lebaran di Terminal Tirtonadi Diperkirakan Akhir Pekan

Relawan yang sukarela dan ikhlas untuk ikut dalam penanggulangan bencana, akan menjadi agen perubahan bagi pembangunan berkelanjutan yang berbasis PRB.

‘’Relawan adalah pahlawan kemanusiaan yang rela memberikan waktu tenaga dan harta dalam penanggulangan bencana. Peran relawan tak hanya pada saat tanggap darurat dan penanganan pasca bencana, tapi juga pra bencana, sehingga dia menjadi agen PRB,’’ ujar Suharyanto.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X