Usai Periksa 42 Saksi, Polisi Tetapkan Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya Jadi Tersangka

- Jumat, 10 Juni 2022 | 21:11 WIB
Ilustrasi, tangkapan layar anggota konvoi motor membawa atribut khilafah melintas di Cawang, Jaktim, Minggu (29/5/2022).  (Twiter/@miduk17)
Ilustrasi, tangkapan layar anggota konvoi motor membawa atribut khilafah melintas di Cawang, Jaktim, Minggu (29/5/2022). (Twiter/@miduk17)

SURABAYA, suaramerdeka-solo.com – Upaya memutus gerakan Khilafatul Muslimin terus dilakukan polisi.

Kini, polisi menetapkan Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya, Aminuddin Mahmud sebagai tersangka, setelah memeriksa 42 saksi.

Aminuddin menjadi tersangka karena menyebarkan ajakan kepada masyarakat untuk menerima sistem khilafah, melalui konvoi Khilafatul Muslimin di Surabaya dan kawasan Sidoarjo, 29 Mei 2022 lalu.

Baca Juga: Telusuri Aliran Dana Khilafatul Muslimin, Polri Gandeng PPATK

"Dalam kasus ini Polri menetapkan satu orang tersangka atas nama Aminuddin yang merupakan pimpinan Khilafatul Muslimin Surabaya," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto dilansir dari PMJNews, Jumat (10/6/2022).

Penetapan tersangka dilakukan setelah kepolisian setempat memeriksa 42 orang saksi, plus saksi ahli dari disiplin ilmu hukum pidana, bahasa, sosiologi dan agama.

Sejumlah barang bukti juga disita petugas, seperti buku-buku, brosur dan bendera.

Baca Juga: Ketua Khilafatul Muslim Jateng dan Ketua Cabang Klaten Ditangkap

"Barang bukti yang kita sita ada sekitar 63 buah. Baik itu dalam bentuk buku, pamflet, brosur bendera dan sebagainya," tambah Dirmanto.

Konvoi motor pada aksi akhir Mei lalu itu juga menyebarkan brosur yang isinya mengajak masyarakat mendukung Khilafatul Muslimin pimpinan Abdul Qodir Baraja di Lampung.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X