Suami Istri Pembobol Bank Jatim Senilai Rp60 Miliar, Ditetapkan Tersangka oleh Kejari Tanjung Perak

- Senin, 13 Juni 2022 | 20:12 WIB
Kejari Tanjung Perak Surabaya membongkar kasus pembobolan Bank Jatim oleh suami istri senilai Rp 60,2 Miliar. (SMSolo/dok)
Kejari Tanjung Perak Surabaya membongkar kasus pembobolan Bank Jatim oleh suami istri senilai Rp 60,2 Miliar. (SMSolo/dok)

SURABAYA, suaramerdeka-solo.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya membongkar kasus pembobolan Bank Jatim senilai Rp60,2 miliar.

Terduga pelaku dalam kasus ini adalah pasangan suami istri. Saat ini keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi.

Kajari Tanjung Perak Surabaya I Ketut Kasna Dedi menjelaskan, pasangan suami istri itu adalah DC dan RK.

Baca Juga: Piala Presiden, PSIS Semarang Pesta Gol ke Gawang Persita Tangerang

"DC dan RK mengelola perusahaan properti PT HKM. Pada tahun 2014 mengajukan pinjaman ke Bank Jatim sebesar Rp77 miliar untuk pembangunan gudang sebanyak 31 unit di kawasan Kota Surabaya," kata I Ketut Kasna Dedi dilansir suaramerdeka-solo.com dari Antara.

Atas pengajuan tersebut Bank Jatim menyetujui pinjaman sebesar Rp50 miliar. Namun, sejak 2016, pinjaman tersebut dinyatakan sebagai kredit macet. Bahkan, sampai sekarang bangunan gudang yang dimaksud tidak pernah berdiri.

Baca Juga: Ganti Rugi Tanah Kas Desa Terdampak Proyek Tol Yogya-Solo, Disepakati Senilai Rp 161 Miliar

Menurut Kasna, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan audit dan menyatakan terdapat kerugian negara sebesar Rp60,2 miliar.

"Penyelidikan oleh Kejari Tanjung Perak Surabaya mengungkap sejak awal pasangan suami istri DC dan RK telah berniat membobol Bank Jatim dengan menyertakan dokumen-dokumen palsu, serta menggelembungkan anggaran mencapai Rp77 miliar saat pengajuan pinjaman ke Bank Jatim." bebernya.

Baca Juga: Kebutuhan Sapi di Boyolali Cukup, Warga Diminta Beli Sapi Lokal untuk Kurban Demi Hindari PMK

Dari proses penyidikan oleh jaksa penyidik dinyatakan sudah lengkap atau P-21. Oleh karena itu, dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari jaksa penyidik kepada jaksa penuntut umum.

Dalam bisnis properti yang dikelola oleh pasangan suami istri itu, Kejari menemukan tiga orang korban yang telah membayar lunas sebesar total Rp9 miliar.

Baca Juga: Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Mojokerto

Uang tersebut digunakan untuk membeli 3 unit gudang yang nyatanya tidak pernah dibangun itu.

"Berkas perkaranya ditangani terpisah dalam kasus tindak pidana umum penipuan dan penggelapan," kata Kajari Kasna. ** 

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

Senin, 28 November 2022 | 19:35 WIB

Pospenas IX 2022 Solo Ditutup dengan Bersholawat

Sabtu, 26 November 2022 | 17:45 WIB
X