Emosi dan Bakar Rumah Sakit, Warga Prambanan Dituntut 3 Tahun Penjara

- Selasa, 14 Juni 2022 | 11:36 WIB
foto Ilustrasi kebakaran. Empat kios sembako dan perhiasan emas di Pasar Kelet Jepara terbakar, Kamis (26/5). (ilustrasi)
foto Ilustrasi kebakaran. Empat kios sembako dan perhiasan emas di Pasar Kelet Jepara terbakar, Kamis (26/5). (ilustrasi)

Baca Juga: 140 Kasus Pernikahan Anak di Bawah Umur Terjadi di Solo Selama 2021

Pada Rabu 15 Desember 2021 terdakwa datang bekerja pukul 09.00 WIB langsung ngeprint permintaan farmasi rawat jalan dan farmasi rawat inap serta permintaan unit.

Setelah selesai kertas hasil print diserahkan kepada Betty, lalu terdakwa menata barang-barang yang stoknya berkurang.

Sekitar pukul 10.00 WIB, terdakwa dipanggil Direktur RS Panti Rini, dr Agus bersama dengan Betty dan 3 temannya diajak membahas adanya selisih stok obat yang sebelumnya ada audit dari yayasan yang memeriksa keuangan dan gudang farmasi.

Baca Juga: Sungguh Tragis, Anak Kembar Tenggelam di Saluran Irigasi Jaten Selogiri

Yayasan memberi waktu 1 bulan untuk menyelesaikan masalah dan akan dilakukan sidang internal bersama tim Satuan Pengawan Internal (SPI).

Sekitar pukul 11.00 WIB selesai mendapat arahan direktur, terdakwa ke bagian rawat inap selanjutnya melakukan pekerjaan di gudang farmasi.

Selesai menata dan merapikan stok obat di gudang, terdakwa membahas masalah selisih stok bersama saksi Betty karena tidak pernah mengambil obat.

Baca Juga: Polisi Sebut Puluhan Sekolah Terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin

Saat itu terdakwa merasa marah dan emosi karena harus bertanggung jawab tentang terjadinya selisih stok obat yang seolah-olah menyudutkan dirinya dan terdakwa harus dipindah di farmasi rawat jalan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

Senin, 28 November 2022 | 19:35 WIB

Pospenas IX 2022 Solo Ditutup dengan Bersholawat

Sabtu, 26 November 2022 | 17:45 WIB
X