Yogyakarta Masih Mencekam, Jalan Babarsari Ditutup

- Senin, 4 Juli 2022 | 15:26 WIB
Sejumlah orang terlihat berlari-lari sembari menenteng pentungan dan senjata tajam di jalan Raya depan Polda DIY. (SMSolo/tangkapan layar)
Sejumlah orang terlihat berlari-lari sembari menenteng pentungan dan senjata tajam di jalan Raya depan Polda DIY. (SMSolo/tangkapan layar)

SLEMAN, suaramerdeka.solo.com - Ratusan polisi dan Brimob dan TNI diterjunkan untuk pengamanan di sekitar Polda, Jalan Ringroad, Jalan Seturan dan Jalan Babarsari.

Mereka diterjunkan terkait dengan kericuhan antarkelompok di Polda DIY, Senin 4 Juli 2022.

Mereka menuntut polisi segera menangkap pelaku yang telah membuat seorang mahasiswa Papua putus tangan dan luka-luka pada keributan yang terjadi di Jalan Seturan, Sabtu 2 Juli 2022.

Baca Juga: Pertikaian Antarkelompok, Suasana Yogyakarta Siang Ini Mencekam

Undangan mengikuti unjuk rasa dari Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMA) tersebar di media sosial.

Undangan ditandatangani Presiden Mahasiswa Yundi Wonda dan Sekretaris 1 Irto Mamoribo itu mengajak seluruh komunitas asal Papua untuk berunjuk rasa.

Di dalamnya disebutkan, aksi itu digelar berkaitan dengan pertikaian antara AMKEI dan Melanesia yang terjadi Sabtu, 1 Juli 2022 subuh di Jalan Seturan dan Jambusari.

Baca Juga: Ketum LDII Kecam Prmosi Holywings dan Ingatkan Stop Lecehkan Agama Apapun

Dalam kejadian itu disebutkan ada korban salah sasaran yakni Dibrilian Jornes Tawarisi Rumbewas asal Timika, Papua.

Mahasiswa akhir ITNY yang kini dirawat di RS JIH itu mengalami cacat permanen yakni tangan kanan terpotong, tempurung tangan kiri terpotong, dan kaki luka tersayat.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X