Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dana Kemanusiaan, Bareskrim Polri Panggil Presiden ACT

- Jumat, 8 Juli 2022 | 10:33 WIB
Hari ini, Bareskrim Polri panggil Presiden ACT Ibnu Hadjar untuk meminta klarifikasi terkait pengelolaan dana umat. (Antara Foto)
Hari ini, Bareskrim Polri panggil Presiden ACT Ibnu Hadjar untuk meminta klarifikasi terkait pengelolaan dana umat. (Antara Foto)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com - Polisi mulai bergerak terkait dengan pengelolaan dana masyarakat untuk kemanusiaan yang melibatkan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri memanggil presiden dan mantan presiden lembaga filantropi ACT untuk diminta klarifikasi.

Undangan klarifikasi ditujukan pada Presiden ACT, Ibnu Hadjar, dan bekas Presiden ACT, Ahyudin.

Baca Juga: Jelang Tengah Malam, Tersangka MSAT Dibawa ke Polda Jatim

"Karena hari ini (Jumat) dipanggil juga ketua atau presidennya, kalau tak salah untuk dimintai keterangan," kata Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Polisi Whisnu Hermawan dilansir suaramerdeka-solo.com dari Antara.

Selain kedua petinggi ACT tersebut, penyidik juga menyarankan pihak ACT untuk menyertakan pihak keuangan dan operasional agar hadir memberikan klarifikasi.

Permintaan klarifikasi tersebut diagendakan siang ini di Gedung Bareskrim Polri. Penyidik yang menangani kasus ini adalah Subdi IV Dittipideksus.

Baca Juga: PPATK Temukan Indikasi Dana ACT Mengalir ke Kelompok Al Qaeda Turki Senilai Rp1,7 Miliar

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Kepolisian Indonesia turut menyelidiki kasus pengelolaan dana masyarakat untuk kemanusiaan yang dilakukan oleh lembaga filantropi ACT yang diduga terjadi penyelewengan.

Dasar penyelidikan yang dilakukan penyidik dari pendalaman hasil analisis intelijen Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), laporan masyarakat dan temuan Polri di lapangan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X