Arungi 462 KM, Ekspedisi Bengawan Solo akan Potret Kondisi Terkini Sungai Terpanjang di Jawa

- Senin, 18 Juli 2022 | 16:15 WIB
Anggota Misi Ekspedisi Bengawan Solo 2022 mengarungi sungai dengan perahu, untuk memotret kondisi terkini sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. (SMSolo/dok)
Anggota Misi Ekspedisi Bengawan Solo 2022 mengarungi sungai dengan perahu, untuk memotret kondisi terkini sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Kondisi Bengawan Solo yang semakin memprihatinkan, membuat sejumlah komunitas bergerak mengkampanyekan upaya mengembalikan fungsi sungai, melalui Misi Ekspedisi Bengawan Solo (MEBS) 2022.

Ekspedisi Bengawan Solo yang diinisiasi Komunitas Stand Up Paddle Board Indonesia dan Yayasan Putra Nusantara, didukung sejumlah organisasi dan komunitas peduli lingkungan di Jateng-Jatim, berlangsung sebulan, 14 Juli - 14 Agustus 2022.

Tim ekspedisi Bengawan Solo diberangkatkan dari pintu air Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri dan akan finish di Desa Bedanten, Gresik.

Baca Juga: Teliti Pencemaran, UNS Surakarta Gabung Ekspedisi Bengawan Solo

Selama perjalanan, tim ekspedisi akan memotret kondisi Bengawan Solo terkini, yang berkaitan dengan realitas kehidupan di wilayah yang dilewati.

Penanggung Jawab Misi Aksi dan Mitigasi MEBS Tofan Ardi mengatakan, misi itu tak hanya mengajak masyarakat mengenang kejayaan sungai terpanjang di Jawa itu sebagai bagian dari pusat peradaban di tanah Jawa.

"Misi ini juga bertujuan menyajikan data mengenai kondisi terkini Bengawan Solo dan memetakan strategi konservasi, yang selaras dengan poin-poin dalam Sustainable Development Goals," katanya, saat singgah di Taman Sunan Jogo Kali di Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Sabtu (15/7/2022).

Baca Juga: Sungai Wiroko Tirtomoyo Semakin Dangkal, Ini Kata BBWS Bengawan Solo

Menurutnya, kepedulian terhadap Bengawan Solo bukan hanya tanggung jawab masyarakat satu-dua kabupaten. Namun seluruh wilayah yang dilalui aliran sungai ini.

"Misi ini mengusung konsep river side ecologycal society, untuk menggalang partisipasi masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, dari hulu hingga hilir.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X