Rencana Kominfo Blokir PSE yang Belum Daftar Tuai Penolakan Netizen

- Selasa, 19 Juli 2022 | 17:07 WIB
Ilustrasi aplikasi media sosial yang populer di Indonesia.  (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi aplikasi media sosial yang populer di Indonesia. (Pexels/Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang akan memblokir sejumlah platform digital bila tidak mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sampai 20 Juli 2022, menuai penolakan netizen.

Netizen Indonesia ramai-ramai menolak kebijakan. Salah satunya, melalui petisi online yang diinisiasi organisasi pejuang hak digital, Southeast Asian Freedom of Expression Network (SAFEnet).

Hingga Selasa (19/7/2022), sudah lebih dari 4.700 netizen menandatangani petisi bertajuk Surat Protes Netizen Indonesia Menolak Permenkominfo 5/2020 dan amandemen Permenkominfo 10/2021.

Baca Juga: Belum Daftar PSE, Google dan WhatsApp Terancam Diblokir?

Petisi tersebut pertama kali dikeluarkan SAFEnet pada 17 Juli 2022 melalui akun Twitter @safenetvoice sebagai bentuk penolakan keputusan Kominfo yang akan memblokir sejumlah platform digital, bila tidak mendaftar PSE hingga 20 Juli 2022.

‘’Tahu ga sih? Berdasarkan aturan @kemkominfo Permenkominfo No.5/2020 dan amandemennya No.10/2021, berbagai macam Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat atau platform digital akan diblokir oleh pemerintah jika tidak melakukan registrasi hingga 20 Juli 2022.’’

“Kalau gak kepengen kejadian, yuk ikut nyatakan #ProtesNetizen tolak regulasi kKminfo ini dengan menandatangani Surat Protes Netizen di https://s.id/protesnetizen dan tunjukkan kepada @kemkominfo kalau kamu tidak sepakat dengan aturan yang merugikan masyarakat,” sebut petisi itu.

Baca Juga: Gojek, Tokopedia, TikTok dan Traveloka Sudah Daftar PSE, Aman dari Ancaman Blokir

Selain untuk Kementerian Kominfo, Surat Protes Netizen tersebut juga ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

‘’Surat ini juga ditujukan kepada Presiden Indonesia agar segera memberi teguran kepada Menkominfo yang sudah berkali-kali diminta memperbaiki regulasi ini, tetapi telah tuli telinganya dan tidak mengindahkan protes dari publik,’’ kata keterangan dalam surat tersebut.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

Senin, 28 November 2022 | 19:35 WIB
X